Juliana

Jurnalis, peneliti dan penerjemah, tertarik pada isu teknologi dalam kaitannya dengan pemberdayaan komunitas dan perempuan.

Email Juliana

Pos terkini oleh Juliana

Amabie, makhluk halus Jepang penghalau COVID-19

"Apakah pernah ada monster yang begitu cepat disukai?"

Belajar sejarah kota dari pengetuk pintu

Ada sejumlah alasan untuk mengunjungi Kartagena. Salah satunya adalah pengetuk pintu yang unik.

Dari Meksiko ke Swedia, cerita tentang hilangnya bahasa masyarakat adat

Wilayah Nordik berjarak ribuan kilometer dari Meksiko dan Peru, tapi keduanya menjadi saksi hancurnya identitas masyarakat adat.

Tanzania : platform daring untuk menangkal obat palsu

Hawa Dagaa, seorang apoteker di Dar es Salaam, percaya sistem daring yang baru akan membantunya mencari obat-obatan dan mengurangi jebakan penjual obat palsu.

‘Nausicaä’, film animasi populer menjelma menjadi drama kabuki

Nausicaä of the Valley of the Wind, salah satu film animasi Jepang paling terkenal,dipentaskan dalam bentuk drama kabuki.

Večerníček: acara televisi anak yang bertahan selama 55 tahun

Tampilan acara tersebut nyaris tidak berubah dan menjadi referensi masa kecil bersama bagi jutaan orang Cekoslowakia, dan Ceko pada masa kini.

30 tahun Tiananmen dalam ingatan para jurnalis

"Fakta telah diselewengkan[..] Tidak seorang jurnalis pun bisa membiarkannya. Tidak saja menceritakannya kembali, tapi menceritakan sudut pandang mereka. Hal tersebut adalah kewajiban setiap saksi sejarah

Film animasi dan UU Telekomunikasi Myanmar

"Peraturan ini sering digunakan penguasa untuk membungkam perbedaan, sudah ada 100 kasus yang dilaporkan. Sungguh ancaman bagi kebebasan berpendapat"

Dijaawa Wotunnöi: film animasi pelestari bahasa Yekuana

Sejumlah orang Yekuana, baik yang tinggal di Venezuela maupun Brasil, turut membantu pembuatan film ini.

Cerita wiraswastawati pendobrak di Kashmir

"...saya menerima komentar negatif di media sosial, bahkan dari sesama perempuan. Tapi hal tersebut memicu saya menjadi lebih baik."