Kumpulan Artikel Tentang Pemerintahan

Jurnalis dan pembela HAM diserang di Asia Tenggara

Dua minggu terakhir ini, terjadi beberapa kasus penangkapan, penghukuman, dan penggerebekan yang meresahkan terhadap jurnalis dan aktivis HAM di Thailand, Kamboja, Malaysia, dan Vietnam.

Warga Azerbaijan khawatir terhadap ‘polisi moralitas’ baru

Penduduk Baku yang progresif memandang "polisi moral" sebagai hal yang tidak bermoral, dan para ahli mengatakan langkah ini pada akhirnya tidak akan efektif.

Mengapa Kuba memulangkan 8.000 dokter dari Brasil

Presiden terpilih Jair Bolsonaro, yang menyebut bantuan dokter dari Kuba sebagai "ancaman dan degradasi" bagi Brasil.

Kampanye anti Natal Tiongkok membebani masyarakat yang merayakannya

"Apakah semua tindakan ini untuk meningkatkan dan mempromosikan kebudayaan Tiongkok atau tanda hilangnya rasa percaya diri pada kebudayaan sendiri?"

Penjualan ataupun meminum alkohol di tempat umum selepas pukul 22:30 kini dilarang di Singapura

The government said the measure is necessary after receiving numerous complaints related to drunken behavior. But many described the new regulation as excessive and even...

Pengunjung Palau Diwajibkan Menandatangani Ikrar untuk Menghormati Lingkungan Hidup

"Kepada anak-anak Palau, saya sebagai tamu Anda, berikrar untuk melestarikan dan melindungi negara pulau Anda yang indah dan unik."

Georgia Merayakan Status Bebas Visa Uni Eropa

"Akhirnya warga negara Georgia dapat mengunjungi wilayah Eropa Schengen yang sangat luas tanpa visa."

Keluarga di Sri Lanka Melawan Tentara yang Merebut Rumah Mereka

Belasan keluarga di Sri Lanka berdemo di depan kamp Angkatan Udara, menuntut pengembalian rumah-rumah mereka, yang telah dirampas sejak 2009.

Afghanistan: Reintegrasi Para Bocah Lanang Mantan Pemuas Nafsu Seks Penguasa, Mungkinkah?

Praktik 'Bacha Bazi' sering muncul menjadi berita akhir-akhir ini, namun itikad baik politik untuk menolong korban amat rendah.

Perdana Menteri Singapura Mengajak Para Netizen Untuk Berterima Kasih Pada Para Pekerja Asing

Pengamat lokal berpendapat bahwa kebijakan-kebijakan tepat untuk melindungi para pekerja migran masih absen di negara kaya Asia tersebut.