Kumpulan Artikel Tentang Kebebasan Berbicara

Penyanyi Rap Portugis menimbulkan kontroversi karena menampilkan kekerasan dalam rumah tangga di video musiknya

Puluhan asosiasi hak-hak perempuan di Portugal mengkritik Valete, yang menganggap kontroversi itu "kosong".

Peringatan Peristiwa Tiananmen: fakta pahit Beijing, seruan dari Hong Kong dan Taiwan

Para saksi dan aktivis bertanya-tanya: kapan Bejing mengakui fakta sejarah? Kapan mereka meminta maaf kepada keluarga korban?

Didakwa dengan ‘kejahatan provokasi’, jurnalis Luis Carlos Diaz dibebaskan di Venezuela

Komunitas Global Voices merasa lega bahwa kolega kami aman dan bersama keluarganya.

Jurnalis Luis Carlos Diaz hilang di Venezuela

Luis Carlos merupakan "salah satu sosok terkemuka jurnalisme disiden di Venezuela".

Pemberantasan twit di Beijing: ‘Menggunakan Twitter lebih berbahaya daripada demonstrasi jalanan’

Jumlah pengguna Twitter yang sudah diancam secara langsung diperkirakan mencapai ratusan atau bahkan lebih.

Seniman Badiucao mengirimkan topi “Make Wall Great Again” ke Google, memprotes kembalinya sang mesin pencari di Tiongkok

“Saya hanya ingin mereka (Google) tahu bahwa mereka melakukan satu kesalahan berkolaborasi dengan sistem sensor pemerintah (Tiongkok). Hal tersebut sama memalukannya dengan dinding yang akan...

Seniman ‘Headache Stencil’ mengkritik junta Thailand lewat grafiti

"Jika orang melihat karyaku dan mulai menyadari banyaknya ketidakadilan, tandanya aku berhasil mencapai tujuan akhirku."

Kartun-kartun klasik tentang kediktatoran yang masih relevan saat ini

"Mereka membangun sebuah tembok di sekeliling desa untuk memasukkan para Smurf lain. Dan mengusir kita keluar!"

Gerakan Women's March Indonesia Memperjuangkan Kesetaraan dan Keadilan Ditengah Jegalan Legislatif Atas HAM dan Kebebasan

Para peserta menggunakan hashtag #LawanBersama (#FightTogether) untuk menyerukan perlindungan hak-hak perempuan.

Koran Rusia Tutup Setelah Bertahun-tahun Mengalami Ketegangan Yang Sering Diwarnai Kekerasan dengan Dinas Keamanan

Dalam sebuah pernyataan terbuka yang mengumumkan penutupan koran itu di situsnya, pejabat pemimpin redaksi Yuri Grozmani mengatakan terbersit harapan buat tuntutan domestik terhadap penganiayaan FSB.