Simpan bahasa-bahasa tersebut? Kami menerjenahkan kisah-kisah Global Voices agar media warga global dapat dinikmati semua orang.

Kenali lebih lanjut Terjemahan Lingua  »

34 Jam Aksi “Bersih” Malaysia Kumpulkan 100.000 Orang Lawan Pemerintah Korup

Bersih 4 menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Foto dari laman Facebook Bersih 4

Bersih 4 menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Foto dari laman Facebook Bersih 4

Kerumunan massa ditaksir 100.000 orang berkumpul selama akhir pekan lalu di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur, mendukung Bersih 4, gerakan politik yang menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri Najib Abdul Razak karena terlibat dalam skandal korupsi.

Bersih, yang berarti “bebas dari kotoran” dalam bahasa Melayu, digelar demi mendorong reformasi pemilu pada 2007, 2011, dan 2012. Tapi tahun ini, Bersih 4 juga menyerukan pemecatan Najib, yang dituduh menerima dana tidak halal dari 1 Malaysia Development Berhad (1MDB), sebuah perusahaan investasi milik negara. Najib mengaku menerima 2,6 miliar ringgit (675 juta dolar AS), tapi dia mengatakan itu sumbangan pemilu dari negara sahabat Timur Tengah untuk partai politiknya.

Bersih tahun ini berlangsung selama hampir dua hari (tepatnya 34 jam) dan berakhir tepat dengan perayaan nasional Merdeka, hari berdirinya Malaysia. Selama hari pertama Bersih, polisi menyatakan kerumunan berjumlah 25.000 di Kuala Lumpur dan sekitar 5.000 di bagian lain negara itu. Pada hari kedua, jumlah pengunjuk rasa di ibukota naik menjadi 35.000 di sore hari, tapi membengkak hampir 100.000 selama jam-jam di penghujung protes ini, menurut beberapa laporan media. Angka perkiraan resminya belum ada.

Bersih 4 juga didukung oleh protes solidaritas di 70 kota seluruh dunia.

Para pendukung yang bergabung dalam Bersih 4 terkesan mengagumkan, mengingat protes dianggap ilegal oleh pemerintah. Sebuah maklumat baru-baru ini bahkan diumumkan bahwa mengenakan baju kaos kuning Bersih 4 akan dikriminalisasi.

Najib meremehkan aksi Bersih dan mengklaim bahwa mayoritas orang Malaysia masih mendukungnya. Untuk mengatasi Bersih, pengikutnya bersumpah akan memobilisasi satu juta “kaos merah” pada 10 Oktober.

Video ini menyajikan pandangan mata dari udara tentang protes di pusat kota Kuala Lumpur:

Video yang menunjukkan berjejalnya orang Bersih 4 selama jam-jam terakhir dari aksi ini:

Salah seorang yang bergabung dalam Bersih adalah mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, yang pernah memerintah Malaysia selama 22 tahun. Banyak yang terkejut melihat Mahathir karena dia menentang diadakannya aksi unjuk rasa selama masa jabatannya, tapi beberapa organisator menyambut kehadiran perdana menteri terlama negara itu. Mahathir mengatakan dia mendukung seruan untuk pengunduran diri Najib.

Berikut, beberapa foto dari #Bersih4 yang disebarkan di Twitter:

Siaran #Bersih4: Pandangan udara dari kerumunan orang di tengah malam. Hari Merdeka!

 

#Bersih4: Lautan kuning di pusat kota KL saat malam tiba pada malam kedua aksi.

 

Bagi siapapun yang cukup berani untuk melawan, saya salut padamu. #Bersih4

 

Perdana Menteri bukan tokoh populer di#Bersih4

 

Ini sejarah, saya belum pernah melihat yang seperti ini.Rakyat adalah pahlawan sejati!! Turun dan sokong!! #Bersih4

‘Kerinduan untuk perubahan’

Ada berbagai reaksi untuk Bersih 4. Wong Chin Huat salah satu peserta Bersih yang tidur di jalan-jalan selama akhir pekan:

I slept on the pavement on Jalan Tuanku Abdul Rahman last night. It was like a refugee camp with many people – mostly in the illegal yellow Bersih 4 T-shirts – sleeping on not only the pavements, but also the middle of the road. Some brought sleeping bags, some used newspapers as their mat, others just slept on the road.

Why did they sacrifice their comfort in bed? Many of them, like me, have booked hotel rooms for refreshing themselves, but chose to sleep on the streets just to show our yearning for change.

Aku tidur di trotoar Jalan Tuanku Abdul Rahman semalam. Suasananya seperti sebuah kamp pengungsi dipenuhi amat banyak orang — sebagian besar berbaju kaos kuning Bersih 4 yang liar — tidur tidak hanya di trotoar, tetapi juga di tengah jalan. Beberapa kantong tidur dibawa, lembaran koran bekas sebagai alas mereka, sementara yang lain hanya tidur begitu saja di jalan.

Mengapa mereka mengorbankan kenyamanan mereka di tempat tidur? Banyak dari mereka, seperti saya, telah memesan kamar hotel buat menyegarkan diri mereka sendiri, tapi memilih untuk tidur di jalanan hanya demi menunjukkan kerinduan kami untuk perubahan.

Menulis di situs berita Malaysia Kini, Dharm Navaratnam mengecam Najib yang menyebut peserta Bersih tidak patriotik:

To see so many Malaysians standing up for what they believe in can only be described as uplifting. To read today’s news that the PM accuses those of us who were at the rally of not loving the country is absolutely absurd. It is BECAUSE we love the country that we took part in the rally.

Menyaksikan begitu banyak orang Malaysia berdiri untuk apa yang mereka yakini hanya dapat digambarkan sebagai menggembirakan. Membaca berita hari ini bahwa Perdana Menteri menuduh mereka yang beraksi tidak mencintai negara ini benar-benar tidak masuk akal. Ini KARENA kami mencintai negara kami sehingga ambil bagian dalam aksi.

Namun, Visithra Manikam menulis bahwa lebih banyak orang bisa bergabung Bersih jika tidak dijadwalkan sehari sebelum Merdeka:

I applaud those who went down to Bersih 4. It was quite a sight. I was most happy some of you carried the flag with you. Most of you were getting involved with something involving the nation for the first time ever. I applaud those who slept in the streets last night. That was indeed historical. But alas, the timing was ill-planned.

Saya menyambut mereka yang datang ke Bersih 4. Itu cukup berharga. Saya paling senang beberapa dari kalian membawa bendera. Sebagian besar dari Anda dapat terlibat dengan sesuatu yang melibatkan bangsa untuk pertama kalinya. Saya salut kepada mereka yang tidur di jalan-jalan semalaman. Itu memang sejarah. Namun sayang, waktunya direncanakan mendadak.

Neil Khor mendesak para pendukung Bersih untuk memberikan perhatian khusus pada masalah sehari-hari masyarakat miskin, terutama mereka yang tinggal di pedesaan:

…by failing to breach the rural divide – by being unable to mobilise even the semi-rural folks to participate – Bersih’s concerns, which have always been ideological rather than bread and butter issues – failed to connect with the masses.

…dengan tidak ikutnya warga pedesaan — atau tidak bisa memobilisasi orang-orang pinggiran untuk berpartisipasi — perhatian Bersih, yang selalu ideologis ketimbang isu-isu penghidupan masyarakat — gagal terhubung dengan massa yang lebih luas.

Aksi Bersih 4 di Kuala Lumpur. Foto dari laman Facebook Bersih 4

Aksi Bersih 4 di Kuala Lumpur. Foto dari laman Facebook Bersih 4

Editorial di situs berita harian Ant Daily menggambarkan dampak politik Bersih 4:

Within 34 hours, Bersih 4 has evolved from an event organised by a group of concerned Malaysians trying to bring a change to their country, into something totally different entirely.

It is an opportunity for normal Malaysians – the rakyat – to finally have the courage to express themselves, regardless of the consequences.

To many, Bersih 4 is something that gave them the courage to dream. To know that a fair and just Malaysia can truly exist. Where there is harmony and peace, understanding and compassion, a country where the rakyat does not need to fear nor bow to those who misuse power for their own gain.

Dalam 34 jam, Bersih 4 telah berkembang dari sebuah aksi yang digelar oleh sekelompok warga Malaysia yang peduli berusaha untuk membawa perubahan ke negara mereka, menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda.

Ini kesempatan bagi orang Malaysia yang normal — segenap rakyat — untuk akhirnya memiliki keberanian mengekspresikan diri, terlepas dari konsekuensi apapun.

Bagi banyak orang, Bersih 4 adalah sesuatu yang memberi mereka keberanian untuk bermimpi. Untuk mengetahui bahwa hanya keadilan di Malaysia yang benar-benar bisa eksis. Di mana ada harmoni dan perdamaian, pengertian dan kasih sayang, sebuah negara di mana rakyat tidak perlu takut atau tunduk kepada mereka yang menyalahgunakan kekuasaan untuk keuntungan mereka sendiri.

2 komentar

  • Menyerlah kesatuan dan perpaduan rakyat menentang pemimpin yang korupsi

  • Banyak pro & cons yang kita boleh dapati dari sini. Semoga yang baik dipertingkatkan. Yang tidak diasingkan.

Bergabung dalam diskusi

Relawan, harap log masuk »

Petunjuk Baku

  • Seluruh komen terlebih dahulu ditelaah. Mohon tidak mengirim komentar lebih dari satu kali untuk menghindari diblok sebagai spam.
  • Harap hormati pengguna lain. Komentar yang tidak menunjukan tenggang rasa, menyinggung isu SARA, maupun dimaksudkan untuk menyerang pengguna lain akan ditolak.