Simpan bahasa-bahasa tersebut? Kami menerjenahkan kisah-kisah Global Voices agar media warga global dapat dinikmati semua orang.

Kenali lebih lanjut Terjemahan Lingua  »

Kumpulan Artikel dari Roundups

Semua Negara-negara Terbahagia di Dunia Terletak di Amerika Latin

Peringkat negara-negara terbahagia (dan ternelangsa) di dunia

Gallup mewawancarai 150.000 orang dewasa di 148 negara, mengajukan pertanyaan seperti, “Apakah anda tersenyum atau tertawa kemarin?” dan “Apakah anda mempelajari ataupun melakukan sesuatu yang menarik kemarin?” untuk membangun indeks pengalaman positif. Hasilnya sangat mengejutkan sebab negara-negara terdepan dalam kategori emosi positif semuanya berada di bagian Amerika Latin, dari Paraguay hingga Nikaragua, menurut Quartz.

Survei tersebut menggunakan skala 0 hingga 100 dan hasilnya adalah rata-rata indeks pengalaman positif dunia pada tahun 2014 mencapai 71/100—”sama dengan tahun 2013, dan angka tersebut selalu hampir sama sejak tahun 2006.”

Negara dengan nilai emosi positif terendah adalah Sudan (47/100). Tingkat kebahagiaan juga rendah di Tunisia, Serbia, Turki, dan negara lainnya, tentunya semua itu akibat perang dan bentuk ketidakstabilan politik lainnya.

Contohnya, seperti di Bolivia dan El Salvador, ada 59 persen dari responden yang menjawab “ya” pada semua pertanyaan seputar emosi positif dan negatif, dimana menyebabkan adanya nilai “emosional” yang sangat tinggi di negara tersebut.

Perkenalkan, Sam Wakoba dari Blog TechMoran

Asosiasi Blogger Kenya menulis profil Sam Wakoba, yang menggawanngi blog Techmoran. Techmoran meraih penghargaan sebagai Blog Teknologi Terbaik di Kenya tahun ini:

Kami berhasil menemui Sam untuk mendapat informasi lebih lanjut mengenai perjalanan bloggingnya.

Bisakah memberi gambaran tentang Sam Wakoba secara singkat?

Sam Wakoba adalah orang Kenya yang sederhana, rendah hati dan pekerja keras yang berkeinginan untuk memperbaiki kehidupan dengan berbagai cara semampunya. Dia percaya bahwa dengan adanya informasi yang tepat, siapapun dapat diberdayakan untuk menjadi warga negara, pegawai ataupun pebisnis, menjadi seseorang yang lebih baik. Panggilan jiwaku telah kuabdikan pada kehidupan dan waktuku untuk memberdayakan komunitas-komunitas. Ini hanyalah sebuah permulaan.

Darimana asal nama blog Anda? Mengapa dinamai ‘TechMoran’?

Moran adalah seorang prajurit dan pemandu dalam komunitas Maasai, dan di dalam teknologi ‘ kami ingin melindungi ekosistem teknologi lokal kami; juga memberi petunjuk kepada orang orang yang baru mengenalnya. Media internasional meliput teknologi Afrika tidak secara komprehensif. Mereka lebih fokus pada perusahaan yang didukung oleh lembaga swadaya masyarakat skala internasional. Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa ada inovasi setiap hari di Afrika, yang bertujuan melindungi seluruh ekosistem.

Bagaimana bilang “bro” di Amerika Latin?

The Bromap: ¿Cómo se dice “bro” en Latinoamérica?

Posted by Pictoline on Wednesday, August 26, 2015

Bromap: Bagaimana bilang “bro” di Amerika Latin?

Diterbitkan oleh Pictoline pada Rabu, 26 Agustus 2015

Halaman Facebook dari Pictoline, yang merupakan website berita dan informasi, membagikan peta dari perbedaan cara mengatakan “bro”, sebuah nama pendek untuk brother di Amerika Latin. Sementara orang-orang bilang wey di Meksiko dan pata di Peru, ada juga yang bilang pana di Venezuela dan parce di Kolombia.

Film Venezuela berbahasa lokal menembus ajang Oscar

Lo que lleva el rio (Gone With the River), yang merupakan hasil karya Mario Crespo Dauna, seorang sutradara Kuba-Venezuela, adalah sebuah film pendek yang menggunakan bahasa Warao, sebuah bahasa daerah yang dipakai oleh penduduk lokal di delta Sungai Orinoco. Film tersebut mewakili Venezuela dalam ajang Oscar sebagai nominasi Film Berbahasa Asing terbaik.

Menurut Andrew S. Vargas yang menulis untuk Remezcla:

Film ini bercerita tentang Dauna, perempuan pribumi yang dipandang berbeda oleh masyarakat. Terbelah antara cintanya kepada Tarsicio dan keinginan untuk mengejar impiannya belajar di luar desa, keputusan Dauna menantang budaya tradisional yang membawanya pada penderitaan, dan pada akhirnya, menghasilkan rekonsiliasi.”

Film ini juga terpilih sebagai bagian dari pemutaran film pada Berlin Film Festival dengan tema groundbreaking NATIVe, pada awal tahun ini. Berikut ini trailernya:

Rute dan Statistik Migrasi di Asia Tenggara

southeast asia migrant crossings

The International Organization for Migration (Orgnaisasi Internasional untuk Migrasi) merilis map yang menunjukan rute dari perahui pengungsi Bangladesh dan Myanmar ketika mencari perlindungan di beberapa negara Asia Tenggara.

Sejak 19 Mai 2015, IOM memperkirakan bahwa 4000 pengungsi masih tertahan di laut sementara 3.200 telah menepi di Malaysia dan Indonesia.

Malaysia dan Indonesia awalnya menolak para pengusi akan tetapi sekarang negara-negara tersebut siap untuk menyelamatkan mereka yang merupakan korban perdagangan manusia.

Trinidad & Tobago: Saya Gay; Akan Berpergian

Seperti apa rasanya menjadi gay di Karibia? The Travelling Trini kadang menerima surel dari gay muda Trinidad yang “memiliki hasrat kuat untuk pergi ke luar negeri, berpergian, dan melihat dunia”. Dia menyimpulkan bahwa hasrat berkelana ini tumbuh dari kenyataan bahwa “Karibia merupakan tempat dengan homofobia luar biasa dan budaya macho yang kuat; untuk mengaku gay adalah sesuatu yang luar biasa sukar, bahkan berbahaya, untuk dilakukan.”

Tulisan tersebut berlanjut dengan memuat daftar lagu-lagu yang mempromosikan homofobia dan kekerasan terhadap kaum gay kembali ke era 90-an: Boom Bye Bye oleh Buju Banton yang secara tidak mengejutkan dulu berada di peringkatteratas, tetapi blogger tersebut menggambarkan (syair lagu) ini sebagai “kelam, kejam dan sungguh menjijikkan.” Dia bertanya:

Mengapa lagu tersebut tidak dianggap sebagai pidato penyebar kebencian? Mengapa (sekarang) stasiun-stasiun radio diperbolehkan untuk memutarnya? […] Pertanyaannya adalah, mengapa tidak apa-apa untuk masih menjadi anti-gay lalim di tahun 2015?

Dia menghubungkan realitas terbatas ini dengan hasrat yang dimiliki oleh banyak warga gay Karibia untuk bermigrasi dan memberikan kesaksian bahwa Timur Jauh, dimana ia tinggal sekarang, “sungguh tempat yang amat bersahabat bagi kaum gay”.

Ada kehidupan gay yang berkembang pesat di setiap negara, dari Timur Jauh yang liberal sampai ke Timur Tengah yang konservatif, dan semua tempat di antaranya.

Seluruh dunia tidaklah terus legat. Tidak pernah, dan tidak akan. […]

Sayangnya gaya hidup liberal tersebut tidak ditolerasi oleh Karibia, dan pada kenyataannya masih dikriminalisasi secara hukum. Tidak terdapat perlindungan legal bagi warga LGBT […] seperti halnya orang berjuang demi kesetaraan hak berdasarkan ras, dan kesetaraan hak berdasarkan jenis kelamin, langkah berikutnya dalam evolusi kita sebagai manusia adalah kesetaraan hak bagi semua orang tanpa melihat preferensi seksual mereka.

Ebola dan Media Sosial

Global Editors Network berinisiatif untuk mengembangkan teknologi baru dan jaringan sosial untuk mengatasi dan mencegah penyebaran penyakit epidemik Ebola

Tonton video YouTube berikut untuk informasi lebih jauh tentang proyek ini
Ikuti Liputan Terperinci kami: Upaya #StopEbola di Afrika Barat

Mendokumentasikan Perjuangan Warga Papua di Indonesia

Papuan Voices adalah video inisiatif advokasi yang menyoroti perjuangan rakyat Papua Barat, sebuah provinsi di Indonesia. Papua Barat selama ini telah berjuang untuk menjadi negara merdeka, meskipun begitu, konflik dari Indonesia ini tidak diberitakan secara luas di media.

papuan_voices

Pendidikan Untuk Remaja Putri Demi Masa Depan Yang Lebih Baik

Marita Seara, seorang narablog untuk Voces Visibles (Visibles Voices), mengundang kita untuk merefleksikan akibat diskriminasi akses pendidikan bagi anak dan remaja perempuan. Refleksi ini berujung pada kebutuhan untuk mengedukasi anak perempuan di masa kini, yang akan memberdayakan perempuan di masa yang akan datang.

FotografÍa extraída del blog Voces Visibles, utilizada con autorización.

Foto diambil dari blog Voces Visibles, digunakan sesuai ijin pemiliknya

Berdasarkan data dari Amnesti Internasional, 41 juta anak perempuan tidak dapat menempuh pendidikan dasar, buta aksara, terjebak perkawinan dini, dan mengalami kehamilan di usia remaja. Semua itu adalah lingkaran setan yang mengancam remaja putri di Amerika latin. Tambahan lagi, Amerika Latin juga tidak dapat mengelak dari isu global, terutama kehamilan remaja:

Venezuela ostenta el primer lugar en Suramérica y el tercer lugar en América Latina al ser el país con mayor cantidad de embarazos precoces. De cada 100 mujeres venezolanas que quedan embarazadas anualmente, 25 son adolescentes, de acuerdo al programa de Telemedicina de la Universidad Central de Venezuela.

Venezuela ada di peringkat teratas di Amerika Selatan dan ketiga di antara negara-negara Amerika Latin dalam hal kehamilan remaja. Lebih dari 100 wanita Venezuela hamil setiap tahunya, 25 orang diantaranya adalah wanita, berdasarkan data dari program Telemedicine di Central University of Venezuela.

 

Diantara penyebab kehamilan dini tersebut, disebutkan bahwa sepertiga dari kehamilan tidak diinginkan tersebut adalah akibat tidak menggunakan pengaman, dan setengah dari remaja putri yang mengalaminya tidak mendapatkan pendidikan seks dan reproduksi yang memadai sebelum terlanjur hamil.

Dan pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk mengatasi hal ini. Dengan memberikan pendidikan pada remaja puteri di masa sekarang, maka mereka akan diberdayakan di masa depan. Selanjutnya, para wanita tersebut akan dapat memberdayakan komunitas dan keluarganya.

Ikuti kicauan Marita Seara di Twitter

This post was part of the twenty seventh #LunesDeBlogsGV (Monday of blogs on GV) on November 3, 2014.

5 Tips Mencegah Ancaman Pengawasan Cyber di Cina

Ingin mencegah ancaman pengawasan cyber di Cini. Anda dapat mengikuti lima tips yang diberikan oleh Sean Maples yang ditulis pada ChinaHush:

1. Upgrade operating system yang Anda gunakan.
2. HIlangkan data ekstra.
3. Ganti telepon genggam dengan yang tidak terlalu canggih.
4. Gunakan Virtual Private Network (VPN).
5. Format ulang perangkat digital Anda.