Simpan bahasa-bahasa tersebut? Kami menerjenahkan kisah-kisah Global Voices agar media warga global dapat dinikmati semua orang.

Kenali lebih lanjut Terjemahan Lingua  »

Indonesia: Apakah Sebaiknya Masjid Mengecilkan Suara Adzan?

Di dalam pidato yang disampaikan selama kongres nasional Dewan Masjid Indonesia (DMI) pekan lalu, Wakil Presiden Boediono memicu perdebatan ketika ia menyarankan agar masjid harus menurunkan volume pengeras suara selama panggilan doa harian.

Masjid-masjid di Indonesia menggunakan pengeras suara untuk memancarkan “adzan” lima kali sehari dalam rangka mengigatkan orang-orang untuk berdoa. Boediono memperingatkan bahwa volume keras dapat mengganggu orang lain, termasuk sesama orang Muslim. Dia menambahkan bahwa panggilan untuk berdoa yang kurang berisik lebih dapat memasuki hati seseorang daripada suara yang keras.

Grand Mosque Al-Mashun. Photo from Flickr page of hophoptuing (CC BY-NC-ND 2.0).

Grand Mosque Al-Mashun. Photo from Flickr page of hophoptuing (CC BY-NC-ND 2.0).

Tetapi banyak orang-orang Indonesia yang menyarankan Boediono untuk mengatasi masalah yang lebih penting lainnya. Blogger happydsf, membagikan pendapatnya:

Sungguh disayangkan, bahkan sepertinya negara ini ingin mengintimidasi kebebasan warga muslim, di negaranya sendiri, yang notabene juga di sebut negara dengan jumlah penduduk muslim yang mayoritas. masih banyak hal yang harus diselesaikan para wakil rakyat daripada harus mengurusi pengeras suara untuk panggilan sholat.

Blogger Tototapalnise, berusaha mengartikan pesan Wakil Presiden:

Namun, kalau kita coba cermati dengan hati dan kepala dingin, perkataan wapres tersebut merupakan teguran halus buat kita kaum muslim dalam menjaga kualitas para muazin sekaligus kualitas sound system di masjid-masjid….

…Lalu kenapa kita umat muslim harus memasang muka marah dengan ucapan tersebut dan langsung naik pitam? Apakah sedemikian reaktifkah umat muslim Indonesia yang merupakan mayoritas di negeri ini dengan sebuah kritikan atau masukan?

Haris El Salman menyatakan bahwa volume pengeras suara tidak pernah menjadi masalah di dunia:

Bukankan selama ini tenggang rasa antar pemeluk agama masih dalam tahapan yang baik? Bahkan di daerah saya masih ada masjid dan gereja yang hanya dipisahkan oleh sebuah dinding, namun belum pernah saya melihat atau mendengar terjadi pertentangan antara jemaat masjid dan gereja ditempat tersebut, mereka akur-akur saja menjalankan ibadah masing-masing…

…Bukankah ini hanya akan menimbulkan perdebatan-perdebatan yang tidak esensial? Mungkin maksud beliau baik, tapi tidak pada tepatnya. Great idea in the wrong place?

 

Ada bermacam pendapat di Twitter:

@fgaban: Dalam soal TOA, pernyataan Pak Boed itu otokritik bagus bagi Muslim Indonesia.

@anatriyana: Knp jd msalah? Selama ini kan adzan gak ganggu? RT @Yahoo_ID: Wakil Presiden Boediono meminta suara azan diatur supaya tdk trlalu kncang

@gitaputrid: Sayah senang Wapres Boediono ngomong soal TOA masjid u/azan; minimal ada nyali berani buka front versus suara mayoritas.

Mulai Percakapan

Relawan, harap log masuk »

Petunjuk Baku

  • Seluruh komen terlebih dahulu ditelaah. Mohon tidak mengirim komentar lebih dari satu kali untuk menghindari diblok sebagai spam.
  • Harap hormati pengguna lain. Komentar yang tidak menunjukan tenggang rasa, menyinggung isu SARA, maupun dimaksudkan untuk menyerang pengguna lain akan ditolak.