Kumpulan Artikel Tentang Budaya

#JBF2019: Festival Balok Lego Jepang 2019 hingga Twitter

Lebih dari 270 penggemar Lego menampikan hasil kreasi mereka dan ribuan orang yang menghadiri Brickfest di akhir pekan memposting foto di Twitter dengan hashtag #JBF2019.

Mari temui seorang pria penenun karpet dari Armenia

"Jika kamu adalah seorang ahli, buatlah semampunya tanpa mempermasalahkan apakah kamu seorang pria atau perempuan."

Peringatan Peristiwa Tiananmen: fakta pahit Beijing, seruan dari Hong Kong dan Taiwan

Para saksi dan aktivis bertanya-tanya: kapan Bejing mengakui fakta sejarah? Kapan mereka meminta maaf kepada keluarga korban?

30 tahun Tiananmen dalam ingatan para jurnalis

"Fakta telah diselewengkan[..] Tidak seorang jurnalis pun bisa membiarkannya. Tidak saja menceritakannya kembali, tapi menceritakan sudut pandang mereka. Hal tersebut adalah kewajiban setiap saksi sejarah

Film animasi dan UU Telekomunikasi Myanmar

"Peraturan ini sering digunakan penguasa untuk membungkam perbedaan, sudah ada 100 kasus yang dilaporkan. Sungguh ancaman bagi kebebasan berpendapat"

Apakah anda benar-benar perlu belajar bahasa Jepang untuk hidup di Jepang?

Semakin banyak yang kita pelajari tentang negara ini, semakin banyak dari kita yang menyadari betapa biasanya kehidupan di Jepang.

Dijaawa Wotunnöi: film animasi pelestari bahasa Yekuana

Sejumlah orang Yekuana, baik yang tinggal di Venezuela maupun Brasil, turut membantu pembuatan film ini.

Apakah film favoritmu sarat maskulinitas beracun? Cek ulasannya di Mango Meter

"Kita berhak penuh untuk menikmati hiburan yang tidak merendahkan harga diri kita, dan terlebih lagi kita berhak menyuarakan suara dan pendapat kita."

Mengenang peranan terlupa Kofi Annan di Timor Leste

"Belasan warga Timor mengadakan aksi menyalakan lilin untuk mengenak mantan Sekjan PBB Kofi Annan dan kontribusinya dalam proses kemerdekaan Timor Timur."

Kampanye anti Natal Tiongkok membebani masyarakat yang merayakannya

"Apakah semua tindakan ini untuk meningkatkan dan mempromosikan kebudayaan Tiongkok atau tanda hilangnya rasa percaya diri pada kebudayaan sendiri?"