
Tangkapan layar Juan Pablo Martínez dari video YouTube “Charrín Charrán”
Keragaman bahasa di Eropa semakin tampak dalam ranah daring, para penutur bahasa daerah dan bahasa minoritas serta komunitas mereka memanfaatkan perangkat dan media digital untuk melestarikan, mempromosikan, dan merevitalisasi warisan bahasa mereka. Guna mendukung semangat ini, kampanye daring dari Rising Voices yaitu @EuroDigitalLang telah mengkurasi akun X (sebelumnya Twitter) yang dikelola secara bergilir. Di akun ini, para aktivis dan pembela bahasa menceritakan kisah pribadi mereka dengan bahasa mereka sendiri, berinteraksi langsung dengan audiens, serta menceritakan tantangan dan keberhasilan yang mereka capai.
Dalam wawancara surel ini, Rising Voices berbincang dengan pengelola akun @EuroDigitalLang mendatang, Juan Pablo Martínez, beliau adalah Profesor Teknik Elektro di University of Zaragoza. Bidang penelitiannya adalah Pemrosesan Sinyal dan Pembelajaran Mesin yang diterapkan pada sinyal biologis. Dia juga terlibat aktif dalam kegiatan terkait bahasa Aragon. Anda dapat mengikuti Juan Pablo di X (sebelumnya Twitter) di akun @jpmartinez_, saat dia mengelola akun @EuroDigitalLang pada tanggal 6–12 Mei 2024. Wawancara ini telah diedit agar singkat dan jelas.
Rising Voices (RV): Tolong ceritakan tentang diri Anda dan pekerjaan Anda yang berhubungan dengan bahasa.
Juan Pablo Martínez (JPM): Sebagai penutur dan pembela bahasa Aragon dan multilingualisme serta dengan latar belakang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), saya sangat tertarik pada peluang yang ditawarkan teknologi untuk bahasa yang terancam punah seperti bahasa Aragon. Saya telah berpartisipasi dan melaksanakan sejumlah proyek diseminasi, dinamisasi, dan revitalisasi bahasa, yang berkaitan dengan penggunaan bahasa Aragon dalam TIK. Proyek-proyek tersebut termasuk pembuatan dan berbagi konten gratis (misalnya, Wikipedia Bahasa Aragon), pembelajaran daring, dan proyek pelokalan perangkat lunak. Saya juga sangat terlibat dalam pengembangan alat linguistik komputasi sumber terbuka untuk bahasa Aragon, seperti pengubah teks menjadi ucapan, pemeriksa ejaan, atau penerjemah mesin.
Saya adalah anggota Nogará, sebuah asosiasi yang menyelenggarakan kursus bahasa Aragon dan menggalakkan penggunaan bahasa ini. Saya juga adalah salah satu pendiri inisiatif nirlaba lainnya seperti Softaragonés dan Edicions Transiberiano. Saya juga adalah anggota Estudio de Filología Aragonesa, tempat saya mengoordinasikan Gramatica Basica de l’Aragonés (Prensas de la Universidad de Zaragoza, 2021). Saya juga merupakan salah satu penulis beberapa karya tentang situasi bahasa Aragon serta menulis beberapa makalah dan memberikan ceramah tentang linguistik terapan dan pengembangan perangkat komputer bahasa Aragon.
Dari tahun 2019 hingga 2022, saya adalah konduktor dan penulis naskah untuk bagian “Pizarra y Clarión” dalam acara “Charrín Charrán,” acara TV pertama dalam bahasa Aragon di televisi publik Aragon (Aragón TV).
Pada tahun 2021, saya ditunjuk sebagai salah satu anggota awal Academia Aragonesa de la Lengua (lembaga resmi untuk regulasi bahasa Aragon dan bahasa Katalan, dua bahasa daerah minoritas di Aragon), dan saat ini saya menjabat sebagai sekretaris dan direktur Instituto de l’Aragonés (bidang yang meregulasi bahasa Aragon) di lembaga ini.
RV: Bagaimana kondisi terkini bahasa Anda baik daring maupun luring?
JPM: Meskipun bahasa Aragon pernah mengalami masa kejayaan sebagai “bahasa negara” Kerajaan Aragon, tetapi penggunaannya terus menurun sejak abad ke-16, tergantikan oleh bahasa Kastilia/Spanyol. Dalam beberapa abad terakhir, bahasa ini hanya digunakan pada ranah pribadi di beberapa daerah pedesaan di utara Aragon. Pada abad ke-20, laju penurunan penggunaan bahasa Aragon semakin cepat karena didorong oleh pergeseran sosial-ekonomi, depopulasi pedesaan, pengaruh media massa, sikap meremehkan penggunaannya dalam sektor-sektor tertentu (termasuk dalam sistem pendidikan selama sebagian besar abad ke-20), dan tidak adanya dukungan kelembagaan.
Akibatnya, transmisi bahasa antargenerasi dari orang tua ke anak terputus dalam banyak kasus selama abad ke-20, menyebabkan penurunan drastis jumlah penutur jati. Menurut sensus terakhir, diperkirakan jumlah penutur bahasa Aragon adalah sekitar 8.000 penutur jati di utara Aragon (kurang dari 1 persen populasi Aragon), ditambah jumlah penutur migran, dan penutur bahasa kedua yang tidak diketahui jumlahnya. Di sebagian besar wilayah Aragon, hanya orang tua yang menggunakan bahasa ini. Sebaliknya, ada minat yang jelas dari kalangan anak muda dan orang paruh baya untuk mempelajari bahasa ini di daerah yang tidak lagi menggunakan bahasa Aragon sebagai bahasa ibu, bahkan beberapa penutur baru membesarkan anak-anak mereka dalam bahasa Aragon. Menurut UNESCO Atlas of Endangered Languages, bahasa Aragon dikategorikan sebagai bahasa yang “sangat terancam punah.”
Kehadiran bahasa Aragon sebagai mata pelajaran pilihan di beberapa sekolah di Aragon Utara masih sangat jarang, meskipun jumlah sekolah, guru, dan anak-anak yang terdaftar telah meningkat dalam dekade terakhir. Ada “Undang-Undang Bahasa Aragon,” yang mengatur penggunaan institusional bahasa Aragon dan juga bahasa Katalan (bahasa yang dituturkan di wilayah barat Aragon). Namun, undang-undang ini tidak menetapkan kewajiban bagi pemerintah, sehingga kebijakan yang dibuat sangat bergantung pada kemauan setiap kabinet. Undang-undang tersebut juga membentuk Academia Aragonesa de la Lengua, lembaga resmi yang mengatur norma linguistik bahasa Aragon dan bahasa Katalan di Aragon, yang memulai kegiatannya pada tahun 2021.
Mengenai “dunia daring,” menurut saya ada semangat yang lebih besar untuk bahasa ini di ranah daring daripada di lapangan. Situasi ini dapat menimbulkan pemahamaan yang menyesatkan, orang bisa mengira bahwa bahasa ini dalam kondisi yang baik, padahal tidak pada kenyataannya.
RV: Apa motivasi Anda untuk mengupayakan bahasa Anda hadir di ranah digital?
JPM: Pada era digital saat ini, anak muda dan orang paruh baya sangat mengandalkan teknologi digital untuk berkomunikasi, dan menghabiskan sebagian besar waktu mereka di ranah digital, sehingga kehadiran sebuah bahasa di ranah digital menjadi semakin penting jika kita ingin bahasa tersebut digunakan oleh generasi muda.
Motivasi lainnya adalah visibilisasi, baik ke luar maupun ke dalam. Kehadiran di ranah digital memungkinkan non-penutur mengetahui keberadaan sebuah bahasa, sehingga dapat meningkatkan apresiasi dan pemahaman tentang keragaman bahasa. Selain itu, bagi komunitas penutur sebuah bahasa, representasi digital dapat memvalidasi dan memperkuat pentingnya bahasa mereka, serta memperkuat identitas dan kebanggaan mereka. Hal ini sangat penting untuk bahasa yang dianggap pedesaan dan dikaitkan dengan orang yang tidak berpendidikan.
Tentu saja, kehadiran digital juga berkontribusi pada penggunaan bahasa karena memudahkan akses ke sumber daya pembelajaran dan penggunaan bahasa, yaitu kamus, teks, tata bahasa, materi pendidikan, dan juga alat linguistik seperti penerjemah mesin, pemeriksa ejaan, keyboard prediktif, dll.
Akhirnya, untuk komunitas bahasa di mana saja yang seperti kami, ruang digital dapat mengatasi hambatan fisik, memungkinkan interaksi antara penutur dari berbagai wilayah dan dialek, dan semakin mempererat ikatan komunitas.
RV: Jelaskan beberapa tantangan yang menghalangi bahasa Anda untuk digunakan sepenuhnya secara daring.
JPM: Untungnya, tidak ada hambatan teknologi untuk penggunaan bahasa Aragon, karena bahasa ini dapat ditulis dengan keyboard dan font yang sama dengan bahasa Spanyol.
Namun, ada hambatan lain yang dapat membatasi penggunaan bahasa ini. Kehadiran bahasa-bahasa yang lebih dominan “mendorong” penggunaan bahasa-bahasa tersebut dan mengorbankan bahasa Aragon yang masih terpinggirkan.
Masalah lain yang juga mengkhawatirkan adalah ketiadaan sumber daya dan alat digital. Bahkan penutur fasih bahasa Aragon sering kali tidak tahu cara menulis bahasa mereka. Masalah lainnya, termasuk pelajar, mungkin khawatir membuat kesalahan atau dihakimi oleh orang lain karena tingkat kemahiran mereka dalam bahasa Aragon, sehingga mengakibatkan mereka beralih ke bahasa Spanyol. Tingkat kepercayaan diri tersebut sangat rendah khususnya di media sosial publik, sementara di media sosial pribadi (seperti aplikasi perpesanan) dapat dianggap sebagai “tempat yang lebih aman.”
Terakhir, tantangan utama bagi bahasa Aragon adalah menormalkan penggunaannya secara daring, tidak hanya di kalangan aktivis dan penutur yang sudah sangat sadar, tetapi juga di kalangan anggota komunitas lainnya. Menurut saya komunitas daring yang menggunakan bahasa Aragon telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk penutur di luar kelompok yang “sangat aktif.”
RV: Langkah konkret apa yang menurut Anda dapat dilakukan untuk mendorong anak muda mulai belajar bahasa Aragon atau terus menggunakan bahasa mereka?
JPM: Menurut saya, upaya pelestarian dan revitalisasi hanya akan berhasil jika transmisi bahasa antargenerasi terus dilakukan dan komunitas terus dikembangkan dengan pertambahan penutur baru dari kalangan anak muda. Ini bukan tugas yang mudah dan berbagai langkah perlu dilakukan.
Upaya utama yang harus dilakukan adalah mengintegrasikan bahasa ini dalam pendidikan formal sejak dini, dengan fokus yang lebih besar di wilayah yang masih menggunakan bahasa Aragon sebagai alat komunikasi sosial. Di luar wilayah tersebut, harus ada mata pelajaran pilihan untuk bahasa Aragon.
Untuk melibatkan pelajar dan penutur muda, penting untuk membuat sumber daya yang disesuaikan dengan minat dan preferensi mereka, baik itu aplikasi seluler, permainan daring, multimedia, atau acara TV. Ide lainnya adalah membuat acara yang dapat meningkatkan kebanggaan berbicara bahasa Aragon dan mempererat ikatan komunitas, dan penutur muda harus menjadi tokoh utamanya.
Suka atau tidak suka, kepraktisan penggunaan bahasa Aragon juga merupakan faktor signifikan bagi keluarga ketika menentukan apakah akan mewariskan bahasa Aragon kepada anak-anak mereka. Jadi, upaya meningkatkan status bahasa Aragon dan penggunaannya dalam pendidikan, media, pemerintahan, dan wacana publik, harus juga mendorong orang tua penutur bahasa Aragon untuk mewariskan bahasa Aragon.






