Simpan bahasa-bahasa tersebut? Kami menerjenahkan kisah-kisah Global Voices agar media warga global dapat dinikmati semua orang.

Kenali lebih lanjut Terjemahan Lingua  »

Dari arsip GV: Hak Asasi Manusia di era Facebook

Peta konektivitas “Sambungan di Dunia yang Berkembang” oleh Big Thinking Applied. Dilabeli untuk digunakan kembali.

Sebagai sebuah komunitas untuk penulis dan aktivis, para kontributor Global Voices menghadapi sensor, intimidasi dan ancaman secara langsung akibat dari aktivitas kami di Facebook sejak awal platform ini ada. Kami telah menulis tentang pengalaman ini selama lebih dari satu dekade.

Kami juga tahu bahwa bagi Facebook, dan siapa saja yang mencoba memahami bagaimana platform teknologi dan kebijakan berinteraksi dengan kebebasan berbicara, privasi serta hak sipil dan politik lainnya, pengalaman di masa lalu memberikan pelajaran.

Bagaimana ujaran kebencian tentang etnis di Facebook memengaruhi kehidupan publik di Afghanistan?

Bagaimana polisi di Bangladesh menggunakan Facebook untuk menelusuri aktivitas penduduk?

Seperti apa rasanya ketika Facebook masih bisa diakses di Cina?

Kapan warga Rusia mulai menyadari adanya “Kremlin bots”?

Kisah-kisah di bawah menjawab pertanyaan tersebut dan pertanyaan lainnya. Ketika tajuk-tajuk utama mungkin hanya berfokus pada beberapa peristiwa di negara tertentu, mereka mengingatkan kita bahwa ada kisah-kisah semacam ini di hampir setiap negara di dunia. Dan kisah-kisah tersebut mengilustrasikan seberapa isu yang mendominasi siklus berita di barat pada tahun 2018 — pancingan dari pemerintah, “berita bohong” dan ancaman endemis — bukanlah hal baru.

Berikut adalah pilihan dari liputan terkuat kami tentang kebebasan berbicara, sensor dan hak asasi manusia di jaringan sosial terbesar di dunia sejak tahun 2008.

 

KAUKASUS DAN ASIA TENGAH

 

EROPA TENGAH DAN TIMUR

 

ASIA TIMUR

 

AMERIKA LATIN DAN WILAYAH KARIBIA

 

TIMUR TENGAH DAN AFRIKA UTARA

 

ASIA SELATAN

 

AFRIKA SUB-SAHARA

 

 

 

Mulai Percakapan

Relawan, harap log masuk »

Petunjuk Baku

  • Seluruh komen terlebih dahulu ditelaah. Mohon tidak mengirim komentar lebih dari satu kali untuk menghindari diblok sebagai spam.
  • Harap hormati pengguna lain. Komentar yang tidak menunjukan tenggang rasa, menyinggung isu SARA, maupun dimaksudkan untuk menyerang pengguna lain akan ditolak.