- Global Voices dalam bahasa Indonesia - https://id.globalvoices.org -

Jokowi Memimpin Rakyat Indonesia Menentang Deklarasi Donald Trump Atas Yerusalem

Kategori: Asia Timur, Amerika Serikat, Indonesia, Hubungan Internasional, Media Warga, Perang & Konflik, Politik, Protes
[1]

West Bank, terlihat dari Yerusalem, Israel pada 31 Maret 2014. Foto oleh D. Myles Cullen. Area publik. Defense Imagery Management Operations Center, pemerintah AS.

Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel mengejutkan banyak orang di seluruh dunia. Walaupun Presiden Israel Netanyahu memuji pernyataan tersebut, beberapa pemimpin dari wilayah Timur Tengah dan negara-negara lain dengan populasi mayoritas Muslim mengkritik keputusan Trump yang “melanggar hak-hak” orang-orang Palestina.

Israel dan Palestina sama-sama mengklaim Yerusalem sebagai ibukota mereka.

Indonesia, negara yang memiliki populasi Muslim terbesar di dunia, bergabung bersama para penentang deklarasi Trump. Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) memimpin rakyatnya dalam memberikan dukungan kepada Palestina dan melawan pengumuman Trump.

Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Jerusalem sebagai ibu kota Israel. Pengakuan itu melanggar resolusi DK dan Majelis Umum PBB. Saya dan rakyat Indonesia tetap konsisten bersama rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya. [2]

A post shared by Joko Widodo [3] (@jokowi) on

Sementara, kedutaan AS di Jakarta, ibu kota Indonesia, menjelaskan bahwa pernyataan Trump mendukung pihak Israel dan Palestina:

Ketika Presiden Donald Trump kemarin mengumumkan bahwa Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan kota pemerintahannya, Presiden Trump juga menegaskan kembali secara publik bahwa Amerika Serikat mendukung status quo tempat suci Bukit Kuil atau Haram al-Sharif. Seperti yang diungkapkan oleh Presiden Trump dalam pengumumannya, “Yerusalem kini, dan harus terus menjadi, tempat dimana warga Yahudi berdoa di Tembok Barat, umat Kristiani melintasi Jalan Salib, dan umat Muslim beribadah di Masjid Al-Aqsa.”

Presiden menekankan bahwa Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk mencapai kesepakatan damai yang langgeng antara rakyat Palestina dan Israel. Termasuk mendukung solusi dua negara, bila disetujui oleh kedua belah pihak.

Protes muncul di Jakarta dan provinsi-provinsi terdekat setelah pernyataan Trump untuk memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Para demonstran membakar bendera AS dan boneka  [4]Trump di depan Kedutaan Besar AS di Jakarta. Salah satu cabang McDonald menjadi target demonstran di Tangerang Selatan, sebuah kotamadya yang berbatasan dengan Jakarta, yang terkenal sebagai kampung halaman pemimpin sel ISIS di Indonesia, Bahrun Naim.

Nadhlatul Ulama, organisasi Islam terbesar di Indonesia menuduh [5] Trump memperparah konflik global.

Analis politik dan penulis Dr. Dina Sulaeman menyebut langkah Trump ‘ceroboh’ [6] dan sebuah tindakan putus asa untuk mendapatkan persetujuan dari para pemodalnya dari Partai Republikan.

Mereka ini (Evangelis) lebih peduli pada rezim Zionis dan mengabaikan nasib kaum Kristiani di Palestina. Sekedar info, Patriark dan Kepala Gereja-Gereja Lokal di Yerusalem sudah mengirimkan surat terbuka menolak keputusan Trump itu.

Sulaeman menekankan bahwa membela rakyat Palestina adalah sesuai dengan konstitusi Indonesia (Undang-Undang Dasar 1945 atau UUD '45).

UUD 45 memberi mandat agar bangsa Indonesia berperan serta dalam mewujudkan perdamaian dunia dan menghapuskan penjajahan di muka bumi. Tanggapan yang cepat dan tegas dari Presiden Jokowi yang menyatakan penolakan dan kecamannya atas tindakan Trump adalah langkah tepat yang perlu didukung.

Twittersfer Indonesia juga bereaksi:

Hari yang sangat sibuk untuk semua duta besar AS di seluruh dunia. Indonesia telah memanggil duta besar AS untuk menjelaskan pernyataan Yerusalem @realDonaldTrump [7] .

— Adam Harvey (@adharves) Desember 7, 2017 [8]

Mengenakan syal Palestina, menteri luar negeri Retno Marsudi memberitahu #BDF10 [9] bahwa pemerintah #Indonesia [10] melawan pernyataan yang mengakui #Jerusalem [11] sebagai ibu kota Israel pic.twitter.com/xCY6j0mHL1 [12]

— Simon Roughneen (@simonroughneen) December 7, 2017 [13]

Sejak dulu, Indonesia secara konsisten mendukung pengakuan negara Palestina. Meski memiliki hubungan bisnis dan pariwisata, Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.