Simpan bahasa-bahasa tersebut? Kami menerjenahkan kisah-kisah Global Voices agar media warga global dapat dinikmati semua orang.

Kenali lebih lanjut Terjemahan Lingua  »

Di Kirgistan, ‘Jailoo’ Bukan Sekadar Padang Rumput Pegunungan tapi Jalan Hidup.

20160717_133136

Penunggang kuda menatap gunung di Kirgistan. Semua foto oleh Elita Bakirova atau Erlan Bakirov.

Kirgistan menandai minggu ini sebagai akhir dari World Nomad Games (Pertandingan Pengembara Dunia) yang banyak diperbincangkan dengan menyamakan perolehan medali pertandingan itu seperti Olimpiade. Acara ini juga berhasil menjamu aktor pemberani Hollywood yaitu Steven Seagal yang mengenakan pakaian prajurit pengembara dengan gagahnya.

Tapi bagi orang-orang di negara Asia Tengah yang berpenduduk enam juta orang ini, turnamen olahraga internasional yang meriah bukan satu-satunya cara melestarikan warisan budaya.

Meskipun sangat sedikit, suku Kirgiz di Kirgistan yang menjalani gaya hidup mengembara sepanjang tahun. Pengembaraan itu hidup dan berjalan  dengan baik, ketika padang rumput musim panas di negara itu menjadi tempat dari rumah bulu kempa, kuda-kuda yang indah dan ribuan keluarga di saat mereka meninggalkan rumah di lembah-lembah untuk menikmati keagungan pedesaan.

20160712_201610

Kuda. Semua foto oleh Elita Bakirova atau Erlan Bakirov.

Jailoo merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan suku Kirgiz, yang menjalani kehidupan di dataran tinggi bagaikan menghirup budaya dan sejarah bangsa Turki yang suka mengembara.

Udara pegunungan yang tajam, kejernihan sempurna dari air yang mengalir di sungai glasial di musim semi dan pegunungan yang tertutup salju di depan mata adalah rumah bagi banyak warga Kirgistan.

Total 3,9 juta hektar wilayah di Republik Kirgistan terdiri dari padang rumput musim panas yang sudah dikenal luas.

20160712_142914

Dan… kuda-kuda yang lain. Semua foto oleh Elita Bakirova atau Erlan Bakirov.

Setelah berada di jailoo, kemacetan lalu lintas, internet kecepatan tinggi dan ornamen kehidupan perkotaan dari negara itu melebur ke samudra rumput hijau, yang sesekali diselingi danau pegunungan dan deretan lingkaran yurt yang sedang mengepulkan asap.

Rutinitas kota menjadi sirna, sementara pertumbuhan perlahan dari energi alternatif di Kirgistan telah memungkinkan pemakaian lampu listrik pada hampir semua yurt yang disediakan untuk turis. Begitu lama menanti era digital itu!

20160712_143026

Kymyz, minuman penyemangat hidup disajikan. Semua foto oleh Elita Bakirova atau Erlan Bakirov.

Kehidupan di jailoo berjalan pelan dan dipenuhi tugas-tugas berat. Ketika matahari terbit, wanita memerah susu sapi, sementara pria menggembala kuda untuk merumput di pegunungan.

Dari susu, wanita membuat berbagai produk yaitu kurut (susu asin yang dibuat dari susu sapi), kaymak (krim beku) dan boorsok (donat tradisional). Boorsok sangat baik dinikmati selagi panas dengan ditemani sesendok kaymak.

Selain sebagai bagian penting dari kebudayaan, kymyz, minuman susu fermentasi dikenal juga bermanfaat bagi kesehatan dan mengandung alkohol terendah.

20160712_125455

Kaymak, atau krim beku, baik untuk menemani hampir semua makanan. Semua foto oleh Elita Bakirova atau Erlan Bakirov.

Secara khusus, kymyz dianggap dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan menangkal sejumlah penyakit fatal, sehingga “Pusat Pengobatan” kymyz ada di berbagai daerah di Kirgistan. Puncak konsumsi kymyz bertepatan dengan puncak musim jailoo, yaitu sekitar bulan Mei sampai akhir Juli.

Pengembara Jailoo adalah para ahli pembuat kymyz , dan pengembara di setiap jailoo yang berbeda bersaing membuat kymyz yang lebih baik. Tumbuh-tumbuhan yang sangat beragam di Kirgistan — berbeda-beda di setiap padang rumput — dianggap sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi rasa kymyz.

20160712_143039

Minuman fermentasi yang lain. Semua foto oleh Elita Bakirova atau Erlan Bakirov.

Laki-laki jailoo, menghibur diri di saat luang dengan melakukan permainan nasional Kirgistan yaitu Ulak Tartysh atau Kok-Boru untuk menghindari masalah sehari-hari seperti pengangguran yang mewabah.

Ulak dianggap sebagai permainan yang cukup berbahaya, 24 sampai lebih dari seratus orang menunggang kuda untuk memperebutkan bangkai kambing seberat hingga 45 kilogram. Permainan ini, yang dikenal sebagai Buzkashi di Afghanistan, adalah salah satu sisi brutal dari kehidupan di padang rumput jailoo.

20160717_130605

Penunggang kuda berpacu dalam permainan Ulak Tartysh, atau Kok-Boru. Semua foto oleh Elita Bakirova atau Erlan Bakirov.

Pada sebagian punggung padang rumput jailoo, penginapan dipromosikan oleh lembaga pemrakarsa Pariwisata Berbasis Masyarakat  yang begitu terkenal, sektor pariwisata Kirgistan adalah salah satu pariwisata dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Bagi wisatawan dari Barat atau dari sekitar daerah bekas Uni Soviet, menjalani kehidupan gembala sederhana selama beberapa hari tanpa gangguan WhatsApps adalah pengalaman yang eksotis dan bermakna.

Lalu, setelah matahari terbenam di jailoo yang dipenuhi kebahagiaan, malam pun muncul seperti selimut beludru hitam yang luas, bertatahkan miliaran bintang terang. Itulah juga kenapa suku Kirgiz tidak hanya memiliki tanah di bawah kaki mereka, tapi mereka juga memiliki langit di atasnya.

20160712_132441

Yurt. Rumah untuk musim panas. Semua foto oleh Elita Bakirova atau Erlan Bakirov.

 

20160717_132646_LLS

Kirgistan: tempat yang indah. Semua foto oleh Elita Bakirova atau Erlan Bakirov.

Mulai Percakapan

Relawan, harap log masuk »

Petunjuk Baku

  • Seluruh komen terlebih dahulu ditelaah. Mohon tidak mengirim komentar lebih dari satu kali untuk menghindari diblok sebagai spam.
  • Harap hormati pengguna lain. Komentar yang tidak menunjukan tenggang rasa, menyinggung isu SARA, maupun dimaksudkan untuk menyerang pengguna lain akan ditolak.