Simpan bahasa-bahasa tersebut? Kami menerjenahkan kisah-kisah Global Voices agar media warga global dapat dinikmati semua orang.

Kenali lebih lanjut Terjemahan Lingua  »

‘Symphony for Peru’: Mendidik Anak Melalui Musik

14300806495_dfb37fa22b_k

Anak-anak Symphony for Peru dalam sebuah konser. Photo: Flickr / Miraflores City Hall (CC BY 2.0).

Juan Diego Flórez, seorang penyanyi tenor terkenal asal Peru, memimpin sebuah organisasi bernama Symphony for Peru, yang terinspirasi dari National Network of Youth and Children Orchestras, Venezuela. Grup ini memberikan pendidikan musik bagi anak-anak yang kurang mampu.

Organisasi pimpinan Florez ini telah aktif melakukan kegiatan ini selama lima tahun, dan sejauh ini hasilnya positif. Menurut laporan dari Bureau of Studies for Development Peru, “Para peserta menunjukkan peningkatan rasa penghargaan diri, menjadi lebih gigih dalam mencapai tujuan, kreativitasnya meningkat dan lebih mudah bersosialisasi dalam lingkungan masyarakat”

Ketika menulis untuk En busca del milagro peruano (Mengejar Keajaiban Orang-orang Peru), Pablo Macalupú-Cumpén mengatakan Symphony for Peru menggunakan musik untuk memupuk nilai-nilai yang akan tetap kekal sepanjang masa:

[Sinfonía por el Perú] formar con todo el rigor posible a cientos (quizá ya sean miles) de niños en todo el país, y la mejor manera de hacerlo es con música, porque la música, como dijo el psiquiatra inglés Anthony Storr, tiene la capacidad de transformar nuestra existencia por completo.

[Symphony for Peru] mampu mendidik ratusan bahkan ribuan anak-anak di seluruh Peru secara keras dan tegas, dan hal tersebut dapat terwujud jika dilakukan dengan musik, karena musik, seperti kata Anthony Storr seorang psikiater asal Inggris, mempunyai kemampuan untuk mengubah kehidupan kita sepenuhnya.

Saat ini ada sekitar 800 anak yang ikut serta dalam Symphony for Peru. Mereka berasal dari empat wilayah yang berbeda, menurut Development Effectiveness Overview (sebuah laporan tahunan yang dibuat oleh Inter-American Development Bank untuk melihat hasil dan pengaruh dari kegiatan ini):

The project established four musical centers in four very different areas in Peru: the marginalized, urban ghettos of Trujillo (coastal), Huancayo (mountain), Huánuco (rainforest), and Manchay-Lima (desert). Each center brings music to almost 200 children and adolescents living at or below the poverty level. […] The setting of the program helps children build their self-esteem, encourages them to have goals in life and to achieve those goals, promotes improved school performance, strengthens family ties, and facilitates positive involvement in their community.

Proyek ini telah berhasil empat pusat musik di empat wilayah yang berbeda di Peru: daerah pinggiran, wilayah-wilayah ghetto di Trujillo (pesisir), Huancayo (pegunungan), Huánuco (hutan hujan), dan Manchay-Lima (gurun pasir). Tiap pusat memberikan pendidikan musik bagi hampir 200 anak-anak dan remaja yang kurang mampu atau hidup di bawah garis kemiskinan. […] Program ini memang dirancang untuk membantu anak-anak mengembangkan rasa penghargaan diri, mendorong mereka untuk memiliki dan berusaha meraih tujuan hidup, meningkatkan prestasi di sekolah, mempererat hubungan keluarga, dan memfasilitasi kegiatan yang positif dalam lingkungan mereka.

Para pengguna Twitter juga sibuk membicarakan bahkan ikut gencar mempromosikan rencana-rencana kegiatan Symphony for Peru:

Meminta Symphony for Peru – Huanuco Core Group.

Talento dari Peru! “El Cóndor Pasa” yang ditampilkan oleh Symphony for Peru.

Symphony for Peru: kekuatan musik yang mampu membangkitkan perkembangan tiada henti.

Symphony for Peru – Trujillo Core Group di Pusat Kebudayaan.

Mulai Percakapan

Relawan, harap log masuk »

Petunjuk Baku

  • Seluruh komen terlebih dahulu ditelaah. Mohon tidak mengirim komentar lebih dari satu kali untuk menghindari diblok sebagai spam.
  • Harap hormati pengguna lain. Komentar yang tidak menunjukan tenggang rasa, menyinggung isu SARA, maupun dimaksudkan untuk menyerang pengguna lain akan ditolak.