Simpan bahasa-bahasa tersebut? Kami menerjenahkan kisah-kisah Global Voices agar media warga global dapat dinikmati semua orang.

Kenali lebih lanjut Terjemahan Lingua  »

Street Food Andalan Korea : Dari Kue Dadar hingga Bayi Gurita

Biarpun pemerintah Korea Selatan memberikan dana dan promosi besar-besaran untuk koki serta resto papan atas Korea, makanan sederhana yang bisa ditemui di pinggir jalan justru banyak menuai apresiasi dari para pelancong, yang kemudian menuliskan pengalaman mereka dalam media online.

Bahkan makanan yang sudah tersohor karena rasa pedasnya, yang para pakar marketing menyarankan agar turis berhati-hati ketika memakannya, juga telah memiliki pengikutnya yang setia dari para pecinta kulinari.

Josh Carrot, seorang selebriti dunia maya, menampilkan sebuah video menarik yang berjudul   “Fire Noodel Challange in London”. Dalam videonya tersebut, Josh mewawancarai orang-orang Inggris tentang pendapat mereka tentang Korea yang meliputi makanan, musik dan budaya.

Dalam video lainnya, Matt Armendariz, seorang narablog makanan menjelaskan tentang makanan kaki lima Korea yang disajikan menggunakan tusuk sate dalam blog-nya, MattBite :

Kita tidak akan pernah kekurangan makanan enak yang bisa diperoleh dengan cepat di Seoul dan Jeonju. Pada kenyataan, kita justru sulit menghindari untuk tidak melihat pedagang kaki lima yang menjual ddeokbokki atau sedang mengoreng hoddeok, kue dadar manis yang bisa langsung dinikmati di tempat. Jumlah penjaja makanan di kaki lima ini menunjukan selera makan orang Korea. Saya harap video berikut tidak membuat orang merasa pusing, untuk menunjukkan betapa banyaknya penjual makanan kaki lima di Pasar Gwangjang.

Mark Wiens, narablog dan penulis travel, menampilkan sebuah video di YouTube ketika dia sedang menjelaskan tentang makanan kaki lima Korea yang populer:

Dalam blog-nya, Migrationology, Wiens menjelaskan lebih lanjut setiap makanan yang sudah diperkenalkan sebelumnya melalui video:

Jika Anda menyukai kudapan, Anda akan menemukan banyak jenisnya di Korea Selatan. Dibandingkan dengan semangkuk nasi atau makanan lengkap yang harus dimakan sambil duduk, makanan kaki lima lebih diminati warga karena dapat dinikmati sembari berdiri. Hal ini lebih mengakomodir kebiasaan Seoulite (warga Korea) yang harus berlari dari satu subway ke subway lainnya. Makanan dalam tusuk sate atau yang dapat dimakan dengan tusuk gigi banyak dijual di sepanjang jalanan Seoul.

Bagi para pembaca yang ingin mencoba membuat sendiri beberapa penganan kaki lima Korea yang ternama, berikut ini video tutorialnya:

1) Tteokbokki, irisan sejenis penganan tepung beras, yang ditambah dengan fish cake, dimasak dalam saus sambal Korea. Makanan ini memiliki citarasa manis, pedas dengan sensasi kenyal dari fish dan rice cake.

 

2) Hotteok atau Hoddeok, berbagai jenis kue dadar Korea, dengan beragam isi.

Dan jika Anda cukup menyukai tantangan, Anda dapat mencicipi Sannakji, bayi gurita yang dimakan hidup-hidup. Makanan ini tidak dipromosikan secara luas, tapi telah menarik perhatian dari para foodies yang memiliki rasa ingin tahu besar.

Bagi para penonton yang tidak memiliki perut yang kuat, video ini menampilkan wujud makanan ini sebelum disantap.

Tapi jika Anda penasaran bagaimana bayi gurita tersebut dimakan, Anda dapat melihatnya di sini.

Mulai Percakapan

Relawan, harap log masuk »

Petunjuk Baku

  • Seluruh komen terlebih dahulu ditelaah. Mohon tidak mengirim komentar lebih dari satu kali untuk menghindari diblok sebagai spam.
  • Harap hormati pengguna lain. Komentar yang tidak menunjukan tenggang rasa, menyinggung isu SARA, maupun dimaksudkan untuk menyerang pengguna lain akan ditolak.