Simpan bahasa-bahasa tersebut? Kami menerjenahkan kisah-kisah Global Voices agar media warga global dapat dinikmati semua orang.

Kenali lebih lanjut Terjemahan Lingua  »

Veteran Perang Kemerdekaan Kroasia Masih Menuntut Perhatian Pemerintah

Polisi lawan pemrotes

Polisi Kroasia di satu sisi pagar, demonstran-veteran di sisi lain. Foto kredit: Katarina Krizamanić, diposting dengan izin

Pada 29 Mei, sebuah gerakan protes yang telah berlangsung lebih 225 hari mencapai klimaks ketika sekelompok kecil veteran Perang Kemerdekaan Kroasia memblokir salah satu jalan utama di Zagreb, ibukota Kroasia. Para pengunjuk rasa veteran menyatakan ketidakpuasan mereka atas perlakuan pemerintah selama bertahun-tahun dengan memblokir Jalan Savska di pusat Zagreb, dan menggunakan beberapa tabung gas untuk mendapatkan perhatian media Kroasia dan para pengambil keputusan.

Sejak Perang Kemerdekaan Kroasia, beberapa protes yang berfokus hak para veteran dan kompensasi untuk penugasan mereka di tahun 1990-an pada telah terjadi, yaitu pada tahun 2001 dan 2011.

Protes tahun 2001 diadakan sebagai dukungan atas Jenderal Mirko Norac, yang dituduh membunuh warga sipil Serbia di Ogulin, Kroasia, selama perang terjadi. Sepuluh tahun kemudian para veteran menuntut agar “dihentikannya gugatan atas veteran Kroasia”, salah satunya, Tihomir Purda, yang dituduh oleh otoritas Serbia melakukan kejahatan perang di Vukovar pada 1991.

Para veteran juga mengklaim bahwa banyak dari mereka yang tidak dibayar untuk penugasan selama perang dan sebagian besar ditelantarkan, dan ditolak santunan pensiunnya oleh pemerintah.

Gedung Parlemen Nasional Kroasia dan kompleks pusat pemerintahan keduanya terletak di alun-alun St. Marko. Setelah insiden tabung gas pada 29 Mei, para veteran kemudian mengurung diri di gereja Santo Marko, yang berada di daerah pemukiman Zagreb.

Situasi di alun-alun St. Marko telah memecah belah negeri. Sebagian menganggap rangkaian ancaman tabung gas dan aksi mengurung diri sebagai bentuk aksi terorisme, sementara yang lain melihat itu sebagai hak para veteran dalam konteks pemenuhan tuntutan mereka.

Veteran seantero Kroasia mulai berduyun-duyun mendatangi asosiasi veteran lokal masing-masing demi bergabung dalam protes hari berikutnya.

Para pemimpin protes, Đuro Glogoski dan Josip Klemm, serta beberapa rekan karib mereka menghabiskan malam di gereja. Bentrokan antara para veteran dan polisi telah terjadi sebanyak tiga kali pada hari Sabtu malam,  ketika polisi mencoba untuk memasuki gedung.

Pada hari Minggu, Glogoski membuat pernyataan:

Policija je sinoć u tri navrata pokušala ući u prostorije crkve, ali su se vratili jer im nismo dozvolili. Očekujemo od čelnih ljudi ove države da nas pozovu na razgovor. Procjenjujemo da je situacija ozbiljna. Zbog onog što se dogodilo sinoć, mislimo da su naši životi ugroženi. Gospoda iz policije jučer su htjela oteti Josipa Klemma, ali nije im uspjelo.

Semalam, polisi mencoba untuk masuk ke gereja sebanyak tiga kali, tetapi mereka mundur karena kami tidak membiarkan mereka. Kami berharap agar wakil-wakil rakyat negara ini, menghubungi kami untuk berdialog. Situasi ini serius. Karena apa yang terjadi semalam, kami berpikir bahwa hidup kami sedang dipertaruhkan. Aparat kepolisian mencoba menculik Josip Klemm, namun mereka gagal.

Menteri Urusan Veteran Predrag Matic berhasil berbicara dengan para pengunjuk rasa pada Sabtu, 30 Mei, dan mendengar permintaan mereka untuk bertemu Perdana Menteri Kroasia Zoran Milanovic. Tapi aktivitas birokrasi Kroasia tutup pada akhir pekan, hingga pertemuan baru berlangsung pada hari Senin.

Karena tidak tercapai kesepakatan dalam pertemuan dengan Milanovic, Matic, dan pejabat lainnya pada hari Senin, Đuro Glogoski mengumumkan bahwa veteran – yang mendesak pengunduran diri Matic dan wakilnya Bojan Glavasevic – akan tetap tinggal di kamp mereka di Jalan Savska di pusat kota Zagreb dan menunggu untuk pertemuan berikutnya dengan pejabat pemerintah yang dijadwalkan Senin, 8 Juni.

Perdana Menteri Milanovic mengatakan kepada media setelah pertemuan pertama dengan para veteran bahwa masalah yang diangkat para demonstran “kecil untuk ukuran Kroasia dan [mereka] membuat terlalu membesar-besarkan masalah-masalah tersebut.”

Mulai Percakapan

Relawan, harap log masuk »

Petunjuk Baku

  • Seluruh komen terlebih dahulu ditelaah. Mohon tidak mengirim komentar lebih dari satu kali untuk menghindari diblok sebagai spam.
  • Harap hormati pengguna lain. Komentar yang tidak menunjukan tenggang rasa, menyinggung isu SARA, maupun dimaksudkan untuk menyerang pengguna lain akan ditolak.