Simpan bahasa-bahasa tersebut? Kami menerjenahkan kisah-kisah Global Voices agar media warga global dapat dinikmati semua orang.

Kenali lebih lanjut Terjemahan Lingua  »

Russia: Sebuah Firewall untuk Mensensor RuNet?

Pagi ini, situs Wikipedia bagian Bahasa Rusia mengulang protes masa lampau terhadap undang-undang Internet Amerika dan Itali dengan menangguhkan jasanya dan mempublikasikan di halaman depan sebuah pengumuman [ru] yang mengecam rancangan undang-undang yang sedang dibahas oleh parlemen Rusia (Duma). UU 89417-6 [ru], “Tentang Perlindungan Anak-Anak Dari Informasi yang Membahayakan Kesehatan dan Perkembangan Mereka,” masuk ke dalam Duma pada awal Juni dengan dukungan semua anggota dari empat partai politik yang memiliki representasi di parlemen, tetapi sejak itu telah terjadi kontroversi dengan para kritik menggambarkan legislasi tersebut sebagai usaha pemerintah untuk meniru “Great Firewall” milik Cina.

Cuplikan gambar dari homepage milik ru.wikipedia.org, 10 Juli 2012. Teks: “Bayangkan dunia tanpa pengetahuan bebas.”

Apa Tujuan Undang-Undang Tersebut?

Undang-undang tersebut akan menciptakan daftar terlarang (atau blacklist) dari berbagai sumber di dunia maya yang mengandung informasi ilegal yang berhubungan dengan anak-anak (misalnya pornografi anak-anak, perangkat narkoba, dan cara-cara untuk menyakiti diri sendiri). Saat sebuah situs muncul di daftar tersebut, penyedia hosting memiliki 24 jam untuk memberitahu si pemilik situs yang kemudian harus menghapus data yang melanggar undang-undang. Apabila si penyedia hosting gagal atau menolak untuk mengambil tindakan, maka perusahaan tersebut akan masuk dalam daftar terlarang dan para penyedia jasa Internet harus memotong akses menuju penyedia hosting tersebut. Mereka yang dicantumkan dalam daftar hitam memiliki tiga bulan untuk mengajukan naik banding di pengadilan.

Rancangan undang-undang ini berasal dari Liga untuk Internet yang Aman (League for a Safe Internet) [ru], yang mempersiapkan blueprint rancangan untuk Kementrian Telekomuniasi dan Komunikasi Massa musim semi lalu. Pada saat itu, rencananya adalah untuk membatasi daftar tersebut sebatas URL saja (tidak termasuk pemfilteran DNS dan memblokir IP), dan mendelegasikan kekuasaan dalam pengelolaan daftar tersebut kepada sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM). Direktur Liga, Denis Davydov, menjelaskan bahwa keprihatinan terhadap “terlalu banyak kontrol dari pemerintah” melatar belakangi desain seperti ini. Namun, para deputi Duma dan penuntut umum negara memiliki rencana lain [ru], dan cakupan daftar terlarang pun di perluas. Kandidat terkuat untuk melakukan pengawasan adalah Badan Pengawasan Federal untuk Teknologi Informasi dan Komunikasi (the Federal Supervision Agency for Information Technologies and Communications (Roskomnadzor)).

Banyak dari kontroversi seputar UU 89417-6 ditujukan terhadap bahasanya yang memang sengajak dibuat samar-samar, dan membuka pintu untuk perluasan akan penetapan daftar terlarang. Contohnya, pengacara Evgeny Arievich, partner dari kantor pengacara Baker dan McKenzie berkata [ru] bahwa daftar terlarang dapat berkembang untuk mencakup berbagai macam informasi ilegal lainnya yang berada dibawah naungan undang-undang pidana lain (seperti tentang ekstremisme, rahasia negara, data pribadi, dan sebagainya), dan dapat digunakan untuk membatasi akses terhadap informasi politik dan alat mobilisasi sosial. Bagian paling sensitif dari undang-undang tersebut adalah Artikel 5, Nomor 4, Bagian 1 dan 2, dimana undang-undang menjelaskan informasi di dunia maya apa saja yang dapat dimasukkan ke dalam daftar tanpa proses peradilan dan apa yang memerlukan persetujuan dari pengadilan. Materi berikut (diambil dari rancangan undang-undang setelah pembahasan pertama di parlemen [ru] termasuk dalam kategori tersebut):

[…] информации с порнографическими изображениями несовершеннолетних, а также информации содержащей пропаганду употребления наркотических средств, писхотропных веществ и их прекурсоров, информации, побуждающей детей к совершению действий, представляющих угрозу их жизни и (или) здоровью, в том числе к причинению вреда своему здоровью, самоубийству […]

[…] child pornography, as well as information containing propaganda about the use of narcotics, psychotropic drugs, and their precursors, and information compelling children to commit acts that threaten their lives and/or health, including self-harm and suicide […]

[…] pornografi anak-anak, sekaligus informasi yang mengandung propaganda tentang penggunaan narkotik, obat-obatan psikotropika, dan zat-zat berbahaya lainnya, dan informasi yang menganjurkan anak-anak untuk melakukan tindakan yang mengancam hidup dan/atau kesehatan mereka, termasuk menyakiti diri sendiri dan bunuh diri […]

Maka dari itu, rancangan undang-undang menyebabkan perlunya pengawasan peradilan dalam keadaan berikut:

[…] иной размещаемой в сети Интернет запрещенной к распространению в Российской Федерации информации – на основании вступившего в законную силу решения суда о признании информации запрещенной к распространению.

Other information not legally disseminated in the Russian Federation [can be added to the registry] on the basis of a court decision recognizing the illegality of the disseminated information.

Informasi lainnya yang tidak disebarkan secara sah di Rusia [dapat ditambahkan ke dalam daftar terlarang] menurut perintah dari pengadilan yang memutuskan ketidakabsahan dari informasi yang disebarkan tersebut.

Jurnalis Andrei Babitskii telah mengkritik [ru] penuturan ini karena sengaja dibuat agar samar-samar, dan berpendapat bahwa “informasi yang menganjurkan anak-anak untuk berbuat tindakan yang mengancam hidup mereka” seharusnya termasuk situs-situs yang di dedikasikan kepada aktivitias rekreasi berbahaya (seperti skydiving atau panjat tebing). Ia menyebutkan kegiatan Badan Pengontrol Obat-Obatan Federal (Federal Drug Control Service) masa lampau termasuk “penindasan” secara online, dan mengemukakan argumen bahwa turut campurnya pengadilan hanya akan meningkatkan penyalahgunaan wewenang oleh kepolisian.

Siapa Pendukung UU Tersebut?

Deputi Duma “Hanya Russia” Elena Mizulina berkata [ru] bahwa “hanya para pedofil dan pedagang obat-obatan terlarang yang patut merasa takut akan undang-udang ini.” Sebagai salah satu pendukung utama undang-undang ini, Mizulina membantah argumen bahwa parlemen ingin menetapkan pengaturan yang berlebihan di Internet. “Mekanismenya dikembangkan dari pengaturan diri sendiri,” ia menjelaskan, maksudnya adalah daftar terlarang dibuat agar berfungsi secara pasif, dengan penyedia jasa yang melakukan pengaturan sendiri-sendiri, dan pemerintah tidak terlibat aktif. Tidak mengagetkan bahwa Mizulina bukan satu-satunya pendukung UU ini di dalam Duma, dimana UU tersebut diantisipasikan akan lolos dari pembahasan kedua hari ini [13 Juli].

Ilya Ponomarev, Deputi Duma, saat demonstrasi mengenai Sergei Udaltsov, 29 Desember 2011. Foto olex ALEXEY NIKOLAEV, copyright © Demotix.

Para pembaca mungkin akan sedikit kaget saat menyadari bahwa Ilya Ponomarev, satu lagi deputi “Hanya Rusia” dan (baru-baru ini) anggota kesayangan dari pergerakan oposisi anti-Putin, telah menyatakan dukungannya akan UU tersebut. “Saya yakin”, ia mengumumkan [ru] setelah UU ini melewati pembahasan pertama, “bahwa hari ini kita telah menemukan kompromi yang baik antara ikut campurnya pemerintah dan pengaturan diri sendiri.” Mengenai kekhawatiran bahwa UU tersebut tidak mendapatkan masukan dari pakar Internet, Ponomarev bahkan menyetujui keterlibatan dari Liga untuk Internet yang Aman (League for a Safe Internet) [ru], dengan berkata, “UU ini sebetulnya ditulis oleh masyarakat Internet — [dan] diusungkan oleh orang-orang yang berasal dari sektor ini.”

Pada hari yang sama, Direktur Liga, Davydov, menulis sebuah opini [ru] di siturs RBCDaily.ru yang membela keefektifan UU tersebut (berargumen bahwa sistem yang tidak sempurna pun tetap akan melindungi mereka yang masih muda dan lemah), dan menyatakan bahwa diskusi dengan publik mengenai UU ini telah berlangsung selama lebih dari tujuh bulan (menyebut forum yang berlangsung pada Desember 2011, Februari 2012, dan seterusnya), dan memberikan kepada pemerintah hak untuk bersikap seperti bapak dari suatu negara:

[…] если каждый родитель вправе самостоятельно настраивать ограничения на доступ в Интернет для своего ребенка, оберегая его от вредоносного контента, то и государство, заботясь о своих гражданах, вправе и должно ограничивать противоправный контент […]

[…] if every parent is independently entitled to set limits on Internet access for their own children to protect them from harmful content, then the government, out of concern for its citizens, is entitled and indeed must restrict [access to] illegal content […]

[…] apabila setiap orang tua berhak untuk secara independen menetapkan batas-batas akses Internet untuk anak-anak mereka demi melindungi mereka dari informasi yang berbahaya, maka setiap pemerintah, demi melindungi warga negaranya, juga berhak dan malahan harus membatasi [akses menuju] informasi ilegal […]

Dewan Kepresidenan Menaikkan Bendera Merah

Komen dari Davydov sepertinya ditargetkan terhadap kekhawatiran yang disebutkan oleh Dewan Kepresidenan mengenai Hak Asasi Manusia, yang mempublikasikan penentangannya terhadap UU 89417-6 dalam pernyataan [ru] yang dipublikasikan pada tanggal 3 Juli 2012. (Vladimir Legoida, representatif dari Gereja Orthodox Rusia di dalam Dewan menentang dan menulis sebuah opini terpisah [ru] yang memiliki banyak kesamaan dengan argumen yang disebutkan dalam artikel milik Davydov.) Deklarasi dari Dewan (yang ditandangani oleh 22 anggota, meski sejak saat itu enam sudah mengundurkan diri) berpusat pada ancaman terhadap sensor di dunia maya dan diikuti dengan lima alasan spesifik untuk menolak UU dalam bentuk sekarang ini. Alasan-alasan ini dapat diringkas sebagai berikut:

  1. Memasukkan seluruh domain dalam daftar terlarang (dan bukan URL spesifik yang mengandung materi ilegal) dapat mencelakakan warga negara yang tidak berniat melanggar peraturan;
  2. Sama seperti SOPA [en], UU 89417-6 menetapkan “hukuman secara kolektif” terhadap para operator situs dan penyedia jasa Internet dan menggantikan penyidikan polisi secara tidak efektif;
  3. Penyaringan akan memperlambat jaringan Internet Rusia (RuNet) dan mengganggu aktifitas e-commerce dan inovasi di dunia maya;
  4. Pengawasan yang diperluas akan membahayakan privasi individual dan meningkatkan akses yang tidak sah terhadap data personal; dan
  5. Alat-alat Pemblokiran dan penyaringan yang diperlukan untuk menjalankan UU tersebut akan memakan biaya sekitar 50 juta sampai 10 milyar dolar AS. (Sam Greene, secara tidak sengaja, menyebutkan [ru] bahwa proses ini akan memakan biaya sekitar 500 juta dolar AS).

Pendapat bertentangan yang disampaikan oleh Legoida menyebutkan satu-demi-satu bantahannya terhadap keberatan dari Dewan Kepresidenan. Responnya terhadap klaim akan penyensoran Internet, misalnya, menanggapi karakteristik dari informasi terlarang:

[…] цензура, по Конституции России, — это ограничение доступа граждан к законной информации. В то время как информация на сайтах, которые включаются в реестр, упомянутый в законопроекте, — незаконна и является результатом преступной деятельности.

Censorship, according to the Russian Constitution, is the restriction of citizens’ access to legal information, whereas the information contained on the sites added to the law's registry is illegal and represents the result of a criminal act.

Penyensoran, menurut UUD Rusia, adalah pembatasan dari akses warga negara terhadap informasi legal, dibandingkan dengan informasi yang tercantum dalam situs yang dimasukkan ke dalam daftar terlarang adalah ilegal dan merupakan tindakan kriminal.

Anjing-Anjing Dibawah Karpet

Winston Churcill katanya pernah membandingkan keadaan politik Rusia bagaikan anjing-anjing bulldog yang sedang bertarung dibawah karpet. Dibawah berbagai deklarasi dan keberatan akan “UU Blacklist Internet”, drama tersebut merupakan representasi dari konflik yang semakin membesar antara staf kepresidenan dan kepemerintahan Perdana Mentri. Bahkan sebelum tindakan yang diambil oleh Wikipedia asal Rusia hari ini, perusahaan-perusahaan Internet sebagian besar bungkam [ru] dan yang merupakan titik pusat dari UU 89417-6 adalah mengenai pengabaian [ru] Duma akan oposisi dari Dmitri Medvedev terhadap UU tersebut. (Metri Komunikasi dan Media Massa dibawah Medvedev, Nikolai Nikiforov, men-twit [ru] pagi ini [13 Juli] bahwa UU dalam bentuk sekarang ini adalah sangat problematik.)

Para anggota parlemen nampaknya mengirimkan pesan bahwa mereka ingin mengambil alih kontrol dari Presiden, dan bukan dari Perdana Mentri. Analis politik, Tatiana Stanovaya, dan lainnya telah mencatat [ru] adanya pemerintahan kepresidenan yang berjalan paralel yang membayangi dan melebihi tugas-tugas dan wewenang dari pemerintahan kepresidenan formal. (Hal ini merupakan kemunduran dari tren secara institusional yang hadir saat Vladimir Putin absen secara sementara dari kepresidenan.) Contoh yang paling nyata dari hal ini adalah peran baru [ru] Igor Sechin dalam komisi kepresidenan tentang bahan bakar dan industri energi — sebuah penunjukan yang secara langsung menantang jurisdiksi dari orang yang ditunjuk oleh Medvedev dalam bidang ini, Arkady Dvorkovich. Efek bayang-bayang ini diulangi di berbagai tempat — di manajemen pensiunan, di kebijakan riset dan pendidikan, dan sektor lainnya.

Musuh dari oposisi anti-Kremlin dan Wakil Perdana Mentri untuk Modernisasi Ekonomi sekarang, Vladislav Surkov, dikabarkan [ru] telah menulis sebuah laporan yang mendukung UU 89417-6, apabila para wakil rakyat bersedia untuk menghapus adanya daftar terlarang. (Apa yang akan tersisa dari UU setelah penghapusan tersebut merupakan sebuah tanda tanya.) Menghadapai keraguan dan oposisi dari Surkov dan Nikiforov, pada akhir bulan Juni, Putin menambahkan [ru] kantor baru dalam staf kepresidenannya yang akan bertanding dengan wewenang mereka. Kantor tersebut, “Mengenai Penerapan dari Teknologi Informasi dan Pengembangan dari e-Democracy”, sejauh ini belum mengularkan pernyataan mengenai “Great Firewall” milik Rusia ini.

Mulai Percakapan

Relawan, harap log masuk »

Petunjuk Baku

  • Seluruh komen terlebih dahulu ditelaah. Mohon tidak mengirim komentar lebih dari satu kali untuk menghindari diblok sebagai spam.
  • Harap hormati pengguna lain. Komentar yang tidak menunjukan tenggang rasa, menyinggung isu SARA, maupun dimaksudkan untuk menyerang pengguna lain akan ditolak.