Simpan bahasa-bahasa tersebut? Kami menerjenahkan kisah-kisah Global Voices agar media warga global dapat dinikmati semua orang.

Kenali lebih lanjut Terjemahan Lingua  »

Korea Selatan: Diktator Korea Utara, Kim Jong Il Meninggal

Kim Jong Il, diktator Korea Utara yang memimpin kerajaan terasing selama tiga dekade terakhir, meninggal dalam usia 69 tahun. Televisi negara Korea Utara melaporkan secara resmi hari Senin, bahwa Kim meninggal dunia akibat “kelelahan mental dan fisik” dalam sebuah kegiatan disebuah kereta api pada tanggal 17 Desember, 2011.

Twittersfer Korea Selatan meletus dengan berbagai reaksi. Meski kematian salah seorang diktator terkemuka dunia memperoleh sambutan gembira, sebagian besar warga Korea Selatan mngungkapkan kekhawatiran mereka akan adanya ketidakstabilan di semenanjung Korea.

Pertama-tama publik Korea Selatan mengalami keterkejutan murni atas kemunculan berita ini. Son Byung-gwan(@sonkiza), seorang reporter media warga Korea Selatan Ohmynews, menyiulkan [ko]:

북한, 김정일 사망 속보… 너무 큰 뉴스라서 편집국도 어리둥절

Korea Utara menyiarkan warta semerta tentang kematian Kim Jong-il. Berita ini teramat besar, sampai-sampai kantor berita kami kebingungan dibuatnya.

Image of Kim Jong-il Kim Gil-su (@yourKGSmenyiulkan [ko]:

김정일 사망 소식에 속이 후련한 것보다 걱정이 앞네요. 나이가 들어서인가봐요.

Bukannya merasa lega, aku merasa prihatin akan berita kematian Kim Jong-il. Mungkin karena tua sudah usiaku.

Banyak pengguna Twitter yang khawatir bahwa berita besar ini akan menyamarkan berita tentang tundingan kecurangan pemilu yang dilakukan oleh partai yang kini berkuasa. @photo_jjang menyiulkan [ko]:

모든 언론사 홈페이지에 올라온 김정일 사망소식 뉴스…. 그 밑에 이슈들은 다 묻히는겁니다

Pada semua situs media, berita kematian Kim Jong-il menjadi berita utama… artinya dibandingkan dengan berita tersebut berita lainnya akan luput dari pantauan.

Setelah ombak keterkejutan menyurut, banyak pengguna Twitter yang mulai menyalahkan pemerintah Korea Selatan yang lambat dalam bereaksi. Banyak yang percaya bahwa pemerintah tidak tahu bahwa Kim telah meninggal selama lebih dari 50 jam. Sekarang ini, Presiden Korea Selatan Lee mengumumkan Keadaan Darurat. Barry Lee (@barry_leemenyiulkan [ko]:

김정일이 죽은게 17일인데 이명박은 17, 18일에 방일을 했군요.정말 몰랐다면 정보력이 개판이라는 소리고 알고도 다녀왔다면 위기 대응 능력이 개판이라는 소리군요. […]

Kim meninggal tanggal 17 Desember. Dan Presiden Lee Myung-bak melakukan kunjungan kenegaraan ke Jepang tanggal 17 Desember hingga 18. Jika Presiden Lee tidak mendengar berita tersebut berarti badan intelijen Korea Selatan sungguh amat buruk. Atau jika dia tahu tentang berita tersebut, maka dia amat buruk dalam hal manajemen risiko.

Lini masa Twitter Korea Selatan dipenuhi dengan spekulasi hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan di masa depan. Pengguna Twitter CafeVine (@CafeVine) menyiulkan[ko]:

가장 큰 불안요소는 북한 군부의 소요 가능성이 아니라 주변 강대국의 정치 계산에 의한 움직임과 북한 민중의 반응이 아닐까 싶다. 북한 군부가 흐트러지는 틈을 타 대규모 탈북 움직임이 일어난다면… 위험하다.

Elemen-elemen yang menjadi sumber instabilitas BUKANLAH kemungkinan akan adanya kericuhan di dalam tubuh militer Korea Utara, NAMUN  perubahan situasi politik di semenanjung Korea akibat adanya perubahan sikap negara-negara tetangga dan juga warga negara Korea Utara. Bagaimana jika jumlah pengungsi Korea Utara meningkat akibat militer negara tersebut menjadi tidak stabil? Hal itu merupakan sesuatu yang berbahaya.

@trimutri100 juga mengungkapkan keprihatinannya atas pemimpin baru Korea Utara yang masih berusia 27 tahun dan awam pengalaman, Kim Jong-un:

북한은 진정 큰일이구나. 그 햇병아리가 정권을 제대로 인수할리도 없고, 차라리 김정남이 긴급 호출되는게 아닐까?

Korea Utara kini sedang mengalami krisis yang sebenarnya. Perpindahan tampuk kekuasaan (mengacu pada Kim Jong-un) tidak akan pernah berjalan mulus…Dalam keadaan darurat, mungkinkah mereka meminta tolong Kim Jung-nam [putra Kim Jong-il]?

Tak lama kemudian dia  mengungkapkan opini lainnya [ko] bahwa berita kematian tersebut disiarkan oleh kantor berita Korea Utara, bisa diartikan sebagai sinyal bahwa kondisi negara aman terkendali:

북한이 발표를 했다는 건, 권력구도가 최소한 어느 정도는 교통정리가 되었다는 이야기다. 문제는, 그게 누구냐는거다.

Fakta bahwa Korea Utara mengumumkan berita tersebut berarti transisi tampuk kekuasaan berjalan lumayan mulus. Namun persoalan yang tersisa adalah perihal SIAPAKAH yang akan mngendalikan tampuk kekuasaan…

Follow Global Voices (@globalvoices)  untuk update selanjutnya.

Mulai Percakapan

Relawan, harap log masuk »

Petunjuk Baku

  • Seluruh komen terlebih dahulu ditelaah. Mohon tidak mengirim komentar lebih dari satu kali untuk menghindari diblok sebagai spam.
  • Harap hormati pengguna lain. Komentar yang tidak menunjukan tenggang rasa, menyinggung isu SARA, maupun dimaksudkan untuk menyerang pengguna lain akan ditolak.