Simpan bahasa-bahasa tersebut? Kami menerjenahkan kisah-kisah Global Voices agar media warga global dapat dinikmati semua orang.

Kenali lebih lanjut Terjemahan Lingua  »

Chili: Gempa dalam Video Pandangan Mata Warga

Santiago After the Earthquake by pviojo CC-By

Kota Santiago pasca gempa, foto oleh pviojo dilindungi izin CC-By

Menjelang bergantinya hari, semakin banyak video yang menampilkan dampak gempa 8,8 dahsyat yang menimpa Chili pada pukul 3:30 dini hari. Gempa tersebut tak hanya mengguncang negeri, namun juga memicu tsunami yang akhirnya memicu bunyi alarm di seluruh penjuru Pasifik memperingatkan berbagai negara untuk bersiap menarima hantaman ombak di daerah pesisir mereka.

Beberapa video direkam ketika gempa tersebut terjadi, seperti video amatir yang diunggah di Youtube ini. Video tersebut berawal dengan menayangkan gambar komputer di sebuah kamar, kemudian gempa terjadi, suaranyapun dapat terdengar, lalu listrik padam dan kita akan menyaksikan kegelapan yang diiringi dengan teriakan seorang perempuan and suara seorang laki-laki yang dapat kita duga merupakan si empunya kamera berusaha menenangkan si perempuan.

Video selanjutnya direkam oleh pengguna YouTube ikonsento saat salah satu gempa susulan terjadi:

Ikonsento melaporkan sesaat setelah gempa besar terjadi. Dia mengunggah video yang menunjukan kerusakan di rumahnya, jarak pergeseran furnitur-furnitur bahkan terbalik menjadi saksi kekuatan gempa:

Video berikut direkam beberapa menit setelah gempa, dalam video tersebut terdapat dua orang laki-laki yang baru saja tiba di Chili, mereka mengalami gempa dan memutuskan untuk mengungsi keluar dari gedung. Ketika listrik kembali mengalir, mereka masuk ke dalam gedung dan menemukan seluruh penghuni gedung berkumpul di lobby, dan ketika mereka menelusuri gedung untuk menentukan tingkat kerusakan, mereka menemukan adanya pipa-pipa air yang rusak, dan beton yang retak.

Di pagi hari, semakin banyak warga yang turun ke jalan sekaligus merekam kerusakan yang terlihat oleh mereka:

Netprox mengemudi di jalan tol, dan terpaksa menerobos dibawah sebuah jembatan runtuh.

Rafael Vial juga keluar rumah untuk merekam video yang menunjukan runtuhnya jembatan di Llaillay, Chili, yang kemudian dia alurkan melalui ponselnya menggunakan mobile phone melalui situs Qik.

Jalur komunikasi di Chili sementara ini terganggu, mengakibatkan sulitnya bagi para penduduk Chili untuk mengontak sanak keluarga dan kerabat mereka dan mencari tahu kabar mereka. Dua anak gadis ini merekam video pesan mereka dan menggunggahnya di Youtube. Mereka mengabarkan kepada teman-teman dan sanak keluarga mereka bahwa mereka baik-baik saja, serta menceritakan sedikit berita yang berkaitan dengan gempa yang mereka ketahui:

Dan warga lainnya yang ingin menolong, membantu menyebarkan informasi berguna tentang bagaimana memaksimalkan kemungkinan selamat ketika gedung runtuh. Seperti video berikut yang dirantaikan setelah gempa terjadi. Teori Segitiga Hidup pada dasarnya menyatakan bahwa tempat teraman untuk berlindung ketika gempa terjadi bukanlah di bawah furnitur namun di sampingnya: dengan begitu, jika furnitur tersebut tertimpa benda-benda berat, maka orang yang berlindung dibawahnya tidak akan tertindih. Orang tersebut akan terlindung oleh kantong yang tercipta oleh sisi furnitur. Klip layanan masyarakat ini yang secara khusus diadaptasi dan diterjemahkan ke dalam bahasa Spanyol, menjelaskan mengapa bersembunyi di bawah meja maupun di balik pintu tidak meningkatkan kemungkinan selamat.

Mulai Percakapan

Relawan, harap log masuk »

Petunjuk Baku

  • Seluruh komen terlebih dahulu ditelaah. Mohon tidak mengirim komentar lebih dari satu kali untuk menghindari diblok sebagai spam.
  • Harap hormati pengguna lain. Komentar yang tidak menunjukan tenggang rasa, menyinggung isu SARA, maupun dimaksudkan untuk menyerang pengguna lain akan ditolak.