Simpan bahasa-bahasa tersebut? Kami menerjenahkan kisah-kisah Global Voices agar media warga global dapat dinikmati semua orang.

Kenali lebih lanjut Terjemahan Lingua  »

Taiwan: Masa Depan Penduduk Pribumi setelah Topan Morakot

Topan Morakot menghantam Taiwan pada 7-9 Agustus, mengakibatkan banjir terparah sepanjang 50 tahun di daerah selatan Taiwan dan menyebabkan tanah longsor yang mengubur desa-desa terpencil di daerah pegunungan dan perjanjian antar suku. Untuk meningkatkan rekonstruksi pasca-bencana, Dewan Legislatif Yuan mengumumkan peraturan penting tentang kenaikkan anggaran khusus pada tanggal 27 Agustus. Namun, Peraturan ini memberikan hak bagi segenap lapisan aparat pemerintah untuk merelokasi desa-desa atau komplek suku-suku dari area yang rawan banjir dan tanah longsor ke area yang lebih aman. Bagi penduduk pribumi, lokasi geografis dan komunitas suku sangatlah penting untuk melestarikan kebudayaan dan tradisi mereka, banyak yang khawatir “kebijakan wajib mengungsi” ini akan membuat mereka lebih rapuh di masa mendatang.

Rumah terkubur di dalam lumpur

imagelight mengunjungi desa Mashia dan melaporkan,

橋樑房屋無一倖免,全被土石流吞噬…村裡像是剛戰爭過一樣…還有二十幾名村民被埋在土石堆裡。

Semua jembatan dan gedung terkubur oleh tanah longsor…Desa tersebut terlihat seperti daerah perang… Lebih dari dua puluh orang terkubur oleh lumpur.

由於道路不通,電力一直無法恢復…晚餐五點多就開始吃了,就是怕天色暗了夾不到菜…現在要清理道路,就是希望可以將山上的水果運送到山下去賣,順道帶幾部發電機回來。

Karena jalanan masih tertimbun oleh longsor,  listriktidak ada …Penduduk desa harus makan malam pukul 5 sore jika tidak mereka terpaksa makan dalam gelap setelah matahari terbenam…Sekarang para penduduk mencoba membersihkan jalanan agar mereka bisa membawa buah untuk dijual ke pasar dan menghidupkan kembali beberapa generator listrik.

Pasca topan, banyak warga penduduk asli  dari desa lainnya yang tidak rusak parah membawakan makanan dan generator sepanjang pegunungan bagi desa-desa yang terisolasi ini.  Judie melaporkan,

遠從宜蘭、桃園、新竹來的泰雅族勇士(包括女性),以最簡單的提袋(ka-chi-a)綁上綿繩和塑膠水管當背包,揹著重重的民生物資,徒步越過已不成路的土石堆,進入鄒族部落。這樣的行動持續超過兩個禮拜。

Warga Atayal (termasuk kaum perempuannya) dari Yilan, Taoyuan, dan Hsinzu membawakan persediaan dalam jumlah besar  dengan menggunakan ransel yang terbuat dari tas sederhana, tali katun, dan tabung plastik  selama dua minggu. Mereka berjalan menyeberangi pegunungan untuk menuju ke desa Tsou.

Pemerintah meminta mereka yang selamat untuk evakuasi, tapi banyak penduduk desa yang lebih memilih untuk tinggal di desa. Gaea menjelaskan alasan mereka.

居民不願下山「是擔心政府之後就不開路,我們就回不了家」…「下了山,我們就不是『居 民』,而是『難民』。」三民國中教師葉一萱指出,原住民離開部落,幾乎不受任何法律保障。

Penduduk memilih untuk tinggal di desa karena mereka cemas ‘bila kami meninggalkan desa kami, kami tidak akan pernah bisa kembali.'…'Begitu kami pergi dari desa kami, kami tidak lagi dianggap sebagai “penduduk”, kami menjadi “pengungsi.”‘ Seorang guru di SLTP Sanming berkata tidak ada hukum yang melindungi hak dan kepemilikan penduduk pribumi begitu mereka meninggalkan desa mereka.

Kebudayaan dan jejaring sosial

Sebagai tambahan pada kerusakan material, topan ini juga menghancurkan warisan budaya penduduk pribumi. Airportman berkata di desa Hsiaoliin,

平埔族聚落幾乎覆滅,他們辛苦活化起來的大滿族文化、夜祭、公廨都淹沒在泥土裡。

suku Siraya hampir punah; sekarang semuanya terkubur dalam longsor: kuil-kuil, kebudayaan suku Daman dan upacara malam yang mereka coba laksanakan kembali beberapa dekade terakhir.

Lebih lanjut lagi, bagi penduduk pribumi yang sudah dievakuasi, gaea berkata mereka akan menjadi lebih rapuh.

必須面對部落分散的狀況,對原住民來說,等同另一種毀滅。

Mereka dipaksa untuk menetap di tempat yang berbeda. Pengaturan semacam ini mengenaskan bagi penduduk pribumi.

Relokasi desa dan Peraturan Pemulihan Pasca-Bencana

Coolloud, sebuah situs media warga, mendiskusikan tentang Peraturan Pemulihan Pasca-Bencana《莫拉克風災重建條例》:

中央政府、縣市政府得就災區安全堪慮或違法濫建之土地,劃定特定區域,限制居住或限期強迫遷居、遷村。金惠雯批評,此條文無限擴張政府權力,完全沒有原住民參與遷村決策的機制。

Pemerintah pusat dan daerah memiliki kekuasaan untuk memutuskan ketentuan pengelolaan zona lahan yang terkena bencana. Mereka bisa mengevakuasi penduduk dengan paksa atau memindahkan seluruh desa ke wilayah lain. Hui-Wen Jin mengkritik bahwa peraturan ini memberi kekuasaan mutlak pada pemerintah dan mengasingkan penduduk pribumi dari proses pembuatan keputusan tersebut.

gaea melaporkan bahwa sebelum Peraturan Pemulihan Pasca-Bencana sah

災區部落的代表與民間社團前往立院靜坐抗議…要求「強制遷村」應拿掉,以及「應取得部落同意」的訴求。

Perwakilan mereka yang selamat dan beberapa asosiasi sipil memprotes UU Yuan…mereka bertanya pada dewan UU untuk menggantikan prinsip ‘merelokasikan desa dengan paksa’ menjadi ‘relokasi desa sesuai persetujuan.’

coolloud mendiskusikan kemungkinan mencapai persetujuan:

金惠雯說,遷村議題一定要回到原住民「傳統領域」的概念,讓原住民保有傳統領域,再由原民住他們選擇安居適合的遷村地址。

Hui-Wen Jin mengatakan, diskusi mengenai relokasi desa harus berdasarkan konsep ‘wilayah tradisional’ menurut kebudayaan pribumi. Seharusnya penduduk pribumi bisa menikmati hak mereka untuk mengakui wilayah tradisional dan ikut andil dalam keputusan rencana persetujuan.

Pemerintah mempunyai sebuah rencana hipotik bagi para korban yang selamat, tapi kikisweets mengatakan masih banyak masalah lainnya bagi para korban yang selamat dalam upaya membangun rumah mereka kembali.

貸款的申請期限僅僅只有一年,意味著在一年內必須要決定該在哪居住。部落的族人依舊希望能夠返回家鄉居住,然而面對消失的 土地以及外界專業學者的建議,原地重建的機會渺茫,不得不向外另尋住所…嘉蘭真正需要的是實際的經濟援助,以及未來安置上的專業規劃與建議,家園失去了, 族人之間的聯繫與文化是不能失去的。

Tenggat waktu untuk meminta hipotik ini adalah satu tahun dari sekarang, yang berarti korban yang selamat harus membuat keputusan dimana mereka ingin tinggal tahun ini. Meskipun penduduk pribumi tidak ingin dipindahkan, beberapa suku telah terkubur tanah longsor dan menurut pendapat para ahli, sulit bagi mereka untuk kembali pulang. Mau tak mau mereka harus sepakat untuk tinggal di tempat lain.…Apa yang diperlukan suku Chialan adalah dukungan keuangan dan saran profesional mengenai masa depan pengungsian warga suku. Mereka telah kehilangan tempat tinggal mereka, mereka tidak boleh kehilangan kebudayaan dan hubungan antar anggota suku.

時間一天天的過去,族人們究竟該何去何從?

Hari demi hari, waktu berlalu. Bagaimana masa depan penduduk asli?

Mulai Percakapan

Relawan, harap log masuk »

Petunjuk Baku

  • Seluruh komen terlebih dahulu ditelaah. Mohon tidak mengirim komentar lebih dari satu kali untuk menghindari diblok sebagai spam.
  • Harap hormati pengguna lain. Komentar yang tidak menunjukan tenggang rasa, menyinggung isu SARA, maupun dimaksudkan untuk menyerang pengguna lain akan ditolak.