Simpan bahasa-bahasa tersebut? Kami menerjenahkan kisah-kisah Global Voices agar media warga global dapat dinikmati semua orang.

Kenali lebih lanjut Terjemahan Lingua  »

Kazakhstan: Lenin. Lebih Hidup dari yang Hidup

Dua pesan yang sama memasuki blogosfer Kazakhstan dari dua ujung negeri. Keduanya membicarakan tentang membangkitkan kembali  simbol masa lalu: patung kepala-dan-bahu Lenin. Apa yang memotivasi orang-orang untuk beralih pada sosok pemimpin internasional rakyat jelata? Nostalgia mungkin? Tormozz menyaksikan [ru] peristiwa luar biasa terkuak ketika ia bertualang sepanjang Kazakhstan, dimana ia mengunjungi kota Aralsk, terutama tempat SPBU, dan ada…

“Dan di sanalah Vladimir Ilyich, digantung dengan rantai!

Ternyata pemilik SPBU tersebut melihat patung setengah badan ini tergeletak di belakang Gedung Kebudayaan setempat. Mereka membelinya sejumlah 1000 tenge (mata uang Kazakhstan; 1 tenge = 0.00663 $ AS) dan memutuskan untuk memasangnya di depan toko mereka. Kebetulan saya menyaksikan saat mereka memasangnya.

Seorang wanita tua kemudian membasuh dengan lembut kepala suci dengan air panas. Ketika kami hendak pergi, saya sarankan pada mereka agar menaruh papan bertuliskan, “SPBU Kenangan Sang Bendera Merah V.I. Lenin.”

Hari berikutnya, saat perjalanan pulang, kami melewatinya lagi. Pemahat sedang memperbaiki patung setengah badan tersebut, mengembalikan bentuk hidung seperti semula.

Posnya berjudul pycm dari Karaganda menggunakan perkataan populer dari Rusia, yang harus diucapkan dengan kebanggaan dan penghormatan yang hikmat: “Saya telah melihat Lenin!” [ru]:

Di masa lalu, ada gedung administrasi di balik pagar abu-abu yang kokoh.  Sebentar lagi, sebuah penyaluran mobil baru akan dibuka di sini. Pengusaha mengembangkan banyak bisnis setempat. Sekarang gedung ini memiliki kafe dan toko. Ilyich berdiri di tiang penyanggah di tengah mata air kecil, dikelilingi bunga-bunga. Sangat menyenangkan. Pemilik gedung bernama Volodya (versi pendek dari Vladimir).

Diterbitkan juga di neweurasia.

Mulai Percakapan

Relawan, harap log masuk »

Petunjuk Baku

  • Seluruh komen terlebih dahulu ditelaah. Mohon tidak mengirim komentar lebih dari satu kali untuk menghindari diblok sebagai spam.
  • Harap hormati pengguna lain. Komentar yang tidak menunjukan tenggang rasa, menyinggung isu SARA, maupun dimaksudkan untuk menyerang pengguna lain akan ditolak.