Simpan bahasa-bahasa tersebut? Kami menerjenahkan kisah-kisah Global Voices agar media warga global dapat dinikmati semua orang.

Kenali lebih lanjut Terjemahan Lingua  »

Bahrain: Surat Kabar Dicekal Selama Satu hari

Senin 22 Juni, surat kabar tertua Bahrain Akhbar Al Khaleej dlarang beredar selama satu hari setelah mencetak sebuah artikel [Ar] yang mengkritik seorang pemimpin Iran dan menyorot bahwa ada kemungkinan Mahmoud Ahmadinejad keturunan Yahudi. Langkah ini kemungkinan dilakukan untuk mencegah terjadinya kericuhan diantara penganut Shiah yang merupakan mayoritas di Bahrain.

Yagoob tidak merasa senang akan kejadian ini:

Hal ini merupakan kembali menjadi wujud kekalahan kebebasan berbicara di Bahrain, setelah sensor web merajalela dengan tujuan akhir “membersihkan internet’ yang sebenarnya berakibat pemblokiran terhadap situs oposisi, pornografi, perjudia, situs anti Islam, proxy web dan Google Translate, hal ini sepertinya berarti sensor kini merambah media arus utama!

Hal teraneh dan paling mengejutkan dari larangan ini adalah kenyataan bahwa Akhbar Al-Khaleej merupakan sebuah surat kabar yang pro-pemerintah. […] Jadi, apa yang sebenarnya dilakukan oleh surat kabar tanpa cakar ini?? Hanya waktu yang dapat berbicara namun untuk saat ini,  hari ini merupakan hari yang mentedihkan bagi Bahrain dan usahanya guna menjadi negara yang demokratis…

Mahmood juga tidak setuju dengan  keputusan ini:

Bukan karena aku mencintai Akhbar Al-Khaleej, sungguh fakta itu jauh dari kebenaran, namun kesanku bagi surat kabar tua ini, penerbitnya atau beberapa jurnalisnya jauh dari dari hal-hal kasat, namun surat kabar ini tidak seharusnya di cegah beredar apapun alasan yang diberikan oleh pemerintah guna  mendikte dan menghambat kebebasan berbicara ini. […] Sumber-sumberku mengatakan bahwa surat kabar tersebut dilarang terbit oleh anggota Dewan Shura  Nn. Sameera Rajab yang akrab dengan kontroversi akibat artikel yang mereka tulis. Dia dibenci oleh banyak warga Bahrain karena latar belakangnya dan tulisan-tulisan kritisnya mengenai kaum Shi'a dan kepercayaan mereka. Juga bukan rahasia bahwa dia membenci rezim Iran dan merupakan simpatisan Iraq semasa rezim Saddam Hussain.

Namun demikian, pembredelan surat kabar tersebut disebabkan oleh sebuah kolom yang menampar kebebasan memperoleh informasi yang gencar dipromosikan kementerian  – kejadian ini sungguh bertentangan, seakan-akan memblokir situs adalah hobi profesional mereka.

Namun, tak semua bloger kesal dengan penskorsan surat kabar ini, Green Oasis malah senang:

تستحق الجريدة هذا الاغلاق لانها مشاركة في نشر هذه الاصوات النشاز […] شكراً لوزارة الإعلام على الاغلاق
Surat kabar itu layak dihentikan karena telah menerbitkan berita yang tak mengenakan ini. […] terimakasih Departemen Informasi untuk penutupan tersebut.

Aktual: Untuk opini Yagoob mengenai dihentikannya pembredelan surat kabar tersebut, lihat disini.

Mulai Percakapan

Relawan, harap log masuk »

Petunjuk Baku

  • Seluruh komen terlebih dahulu ditelaah. Mohon tidak mengirim komentar lebih dari satu kali untuk menghindari diblok sebagai spam.
  • Harap hormati pengguna lain. Komentar yang tidak menunjukan tenggang rasa, menyinggung isu SARA, maupun dimaksudkan untuk menyerang pengguna lain akan ditolak.