- Global Voices dalam bahasa Indonesia - https://id.globalvoices.org -

Rusia: Putera Keempat

Kategori: Eropa Timur & Tengah, Rusia, Perang & Konflik

Sekitar beberapa bulan lalu, pengguna LJ voinodel (jurnalis Rusia Vadim Rechkalov) mulai membuat blog LJ kedua (voynodel) dan mengumumkan [1] (RUS) bahwa ia akan menggunakannya untuk menulis “pos-pos santai”. Sejauh ini, Rechkalov telah membuat pos dua kali dalam blog baru ini. Tulisan pertama tentang upacara pemakaman salah satu korban dari seorang polisi Moskow yang menembak mati paling tidak tiga orang [2] di sebuah supermarket di Moskow pada bulan April, tulisan kedua [3] (RUS) mengenai sketsa keluarga Chechen – berikut adalah terjemahannya:

Alaudin dan Fatima hanya mempunyai anak-anak lelaki. Mereka sebenarnya menginginkan anak perempuan, terutama Alaudin. Sanak saudara tidak mengerti Alaudin. Ada tiga anak lelaki di rumahnya, sanak saudaranya pun akan berkata, dan ia meninginkan anak perempuan.

Alaudin dan Fatima tinggal di Grozny [4], di wilayah Tashkal. Di gedung berlantai 5 di jalan Zavety Ilyicha. Ketika masa perang, Alaudin membawa keluarganya ke Nazran [5], setelah itu kembali lagi ke Grozny untuk mengawasi apartemennya.

Pada malam hari, Alaudin biasanya ke luar ke balkon. Ia merokok dan mengamati peluru berapi [6] berterbangan. Dalam serangan mortir Alaudin biasanya mengunci apartemen dan menuju ke ruang bawah tanah. Suatu kali, ia berjalan ke luar setelah pengeboman, ia melihat seorang wanita yang ia tidak kenal dan seorang bayi terbaring di tanah – ia tidak berhasil bersembunyi ke ruang bawah tanah tepat waktu. Bayi itu masih hidup. Alaudin membawa pulang bayi tersebut [dan membuka ikatannya di meja dapur].

“Anak laki-laki, lagi,” Alaudin berkata, dan mulai tertawa.

Dengan cara inilah Alaudin dan Fatima memperoleh putra keempat mereka. Alaudin memberinya nama Moris, untuk menghormati penangkap kuda dari buku favoritnya [Moris Jerald, dari The Headless Horseman [7] oleh Mayne Reid [8]].

Saudara Alaudin tidak mengerti. Nama apakah itu – Moris? Seharusnya namanya Maerbek saja…